Dugaan Keterlibatan Oknum Tenaga Ahli DPMD Kab. Bogor dalam Permainan Kotor Desa Digital, Begini Modusnya
"Entah itu dana desa, samisade, atau yang lainnya, yang dikatakan mempengaruhi pencairan dana termasuk cepat atau lambatnya pencairan tersebut," kata dia.
Syafei melanjutkan, "Dari rangkaian keterangan dan temuan itu, ya diduga kuat oknum TA inisial D ini terlibat. Dan itu minimal merupakan konflik kepentingan di mana TA mestinya bekerja untuk kepentingan desa tapi di saat yang sama memiliki kepentingan bisnis melalui komplotannya."
"Bayangkan saja ada LSM ketua umumnya seorang TA yang mestinya bekerja untuk kepentingan desa, sementara sekjennya berbisnis dengan desa-desa, bahkan sempat secara terbuka mengancam akan menyengketakan desa-desa. Kasar sekali cara mainnya," ujarnya sambil tertawa.
Sedangkan maksimalnya, menurut Syafei, adalah penyalah gunaan wewenang untuk kepentingan pribadi atau orang lain.
Dengan pergantian Kepala DPMD Kabupaten Bogor, dia berharap oknum TA itu ditindak tegas.
"Apa di Kabupaten Bogor ini sudah tidak ada lagi SDM yang mampu, sehingga oknum semacam itu harus dipertahankan?" pungkasnya.
AliansiNews telah mencoba meminta klarifikasi kepada D melalui pesan Whatsapp, namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban. (tim)


