Sragen di Kabarkan Mulai Langka Solar Pada Beberapa SPBU, Fenomena Banyak Truk Mogok Antri BBM Kian Melanda

Sragen di Kabarkan Mulai Langka Solar Pada Beberapa SPBU, Fenomena Banyak Truk Mogok Antri BBM Kian Melanda
Foto: Penampakan salah satu SPBU (dok)
SOLO RAYA
Senin, 04 Des 2023  09:49

SRAGEN - Kabar ini tentunya sangat memprihatinkan, beberapa SPBU diwilayah Kabupaten Sragen dikabarkan seringkali mengalami kehabisan stok BBM Subsidi jenis Solar.

Dugaan kelangkaan BBM solar bersubsidi ini pada akhirnya menuai banyak sorotan baik dari kalangan masyarakat, tokoh hingga kepublik.

Informasi yang dihimpun, adanya informasi terkait Sragen mulai darurat kelangkaan dalam penyediaan BBM Solar, pada akhirnya berbagai isu miring sontak mencuat dengan bermacam asumsi dari kalangan masyarakat, ada yang mengklaim stock pertamina terlambat, ada yang mungkin penjualan ramai, bahkan ada yang menyentil terjadinya kelangkaan karena ada oknum-oknum yang sengaja membeli solar dengan ritail atau pengangsu untuk keperluan industri-industri memakai armada modif. 

Para narasumber juga melihat penampakan yang fakta, dan ternyata sejumlah kendaraan truk muatan barang yang melintas di Sragen beberapa waktu ini sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dikala setiap masuk ke SPBU-SPBU. 

Beberapa pengguna jalan maupun warga saat bertemu awak media pun berharap pihak-pihak yang terkait hingga berwenang, bisa menguak tentang kendala yang terjadi agar keadaan memulih kembali. Disisi lain, apabila jika terjadi penyimpangan untuk bisa mengungkap siapa dalang di balik kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis solar di wilayah Sragen Jawa Tengah. 

Sekian narasumber diungkapkan salah satu tokoh masyarakat inisial Y (60) dari Kecamatan Masaran, juga mengatakan kalau waktu akhir-akhir ini sering melihat didepan mata sendiri fenomena fakta terjadi beberapa SPBU di Sragen sering mengalami kekosongan bahan bakar jenis Solar.

Dampak yang terjadi sehingga membuat sejumlah kendaraan sering membuat kemacetan di jalan dan banyak yang terparkir di SPBU untuk antri mendapatkan kiriman Solar.

“Iya mas, ini lho contoh di SPBU Duyungan juga kehabisan Solar, banyak truk-truk yang mogok disitu semua, berarti ini negara sedang tidak baik-baik saja ini ngak bisa mensejahterakan rakyat, sampai kendaraan pada mogok kehabisan bahan bakar disitu,” ujarnya, pekan lalu. 

Senada juga diungkapkan salah seorang driver truk gandeng, Suryanto (46), mengaku melihat secara langsung di lapangan terjadi penumpukan ataupun antrian panjang kendaraan, khususnya truk-truk besar untuk mengisi BBM jenis solar.

Kemudian mencuat diberbagai publik, beberapa sekian waktu lamanya hingga sekarang masih terkait BBM solar juga kejadian-kejadian penyimpangan juga sering terjadi. Terutama dengan BBM ilegal solar subsidi.

"Harapan kita segera ditemukan secara jelas apa sebabnya, juga dalangnya bila ada penyimpangan. Semoga aktor intelektualnya itu bisa ditangkap oleh petugas. Siapa pun dia, apapun latarbelakangnya, apapun pakaiannya kira-kira gitu. Apabila BBM solar subsidi itu dialirkan ke industri. Itu sebuah kejahatan. Ini kan menyebabkan masyarakat sulit mendapatkan solar, ada kelangkaan solar di tengah-tengah masyarakat itu sebabnya kita lihat ada antrian mobil di SPBU-SPBU menunggu solar,” ujar pria asal Tanon itu. 

Oleh sebab itu, Suryanto bersama rekan-rekan driver lainnya mempunyai harapan bilamana adanya penindakan terhadap para pelaku agar bisa diusut secara tuntas tanpa pandang bulu.

“Yang kita ingatkan jangan hanya sampai penindakan itu sebatas kepada supir-supir yang membawa BBM bersubsidi itu atau petugas-petugas SPBU. Karena itu sangat-sangat merugikan masyarakat, basmi sampai para bos mafianya," keluh dia.

Menilik dari berbagai pengalaman yang terjadi, terkait kejadian kelangkaan bahan bakar solar merupakan masalah yang sering terjadi di Indonesia. Masalah ini adalah salah satu keadaan yang sangat berdampak pada perekonomian, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah.

Banyak pihak yang dirugikan dari fenomena ini, hal ini diduga banyaknya aksi sejumlah oknum yang melakukan spekulasi dengan cara menimbun yang kemudian menyebabkan dampak bagi perekonomian masyarakat.

Oleh karena itu perlu pengkajian dan penelusuran secara jeli yang bertujuan untuk mengetahui apa saja dampak kelangkaan bahan bakar solar terhadap perekonomian masyarakat.

Jenis penelusuran dilapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dalam hal ini salah satunya melalui pengawas SPBU, admin SPBU, supir truk dan para pedagang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan

Hasil dari semua itu minimal menunjukkan berbagai gambaran faktor-faktor penyebab kelangkaan yakni cuaca yang mengganggu aktifitas penyaluran solar, konsumsi masyarakat akan solar terus meningkat, adanya isu pemerintah menaikkan harga solar dan adanya penyimpangan dari beberapa oknum.

Adapun dampak yang terjadi ketika solar langka yakni naiknya biaya produksi, distribusi dan juga biaya operasional yang tentu saja akan menaikkan harga pokok barang dan akhirnya akan menaikkan harga jual suatu barang itu.

Dampak lainnya yakni munculnya oknum penimbunan yang menyebabkan keuntungan hanya ada pada satu pihak saja. Masyarakat sangat dirugikan karena harus membelinya dengan harga yang mahal, bukan hanya itu masyarakat juga harus menunggu berhari-hari di SPBU untuk mendapatkan solar. 

Sementara itu, dalam menyikapi berbagai keluhan masyarakat tersebut pihak Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sragen, Widya Budi Muditha melalui stafnya Ndaru Roseno menegaskan bahwa hingga akhir tahun padahal seharusnya tidak ada kelangkaan. 

Lanjutnya, menurutnya SPBU harus membagi kuota selama setahun. Harus di breakdown dari bulanan hingga harian. Menjaga sampai kebutuhan akhir tahun terpenuhi.

“Iya kalau biasanya ada persiapan juga untuk akhir tahun, Natal dan libur panjang. Kami juga sudah koordinasi untuk persiapan itu. Jangan sampai stoknya kosong, kami selalu minta,” katanya.

Menurut Ndaru, pihaknya selalu memantau kondisi di lapangan dan terus koordinasi dengan Pertamina, Sragen mendapat kuota tahunan 108.050 kl selama 2023. Selain itu pihaknya juga masih berupaya mengajukan untuk kuota tambahan pada 2024 mendatang. (Jar/Dwi) 

TAG:
#bbm
#kelangkaan
#solar
#spbu
#sragen
Berita Terkait
Terbukti Sudah ! Wilayah Wonogiri Sekitarnya Jadi Ajang Mafia BBM Solar Subsidi, Gudang Penimbunan di Purwantoro Digerebeg Polda Jateng
Terbukti Sudah ! Wilayah Wonogiri Sekitarnya Jadi Ajang Mafia BBM Solar Subsidi, Gudang Penimbunan di Purwantoro Digerebeg Polda Jateng
Terbukti Sudah ! Wilayah Wonogiri Sekitarnya Jadi Ajang Mafia BBM Solar Subsidi, Gudang Penimbunan di Purwantoro Digerebeg Polda Jateng
Terbukti Sudah ! Wilayah Wonogiri Sekitarnya Jadi Ajang Mafia BBM Solar Subsidi, Gudang Penimbunan di Purwantoro Digerebeg Polda Jateng
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Desa Karang Tengah Bentuk Satgas Mitra Masyarakat Jalur Wisata 
Giat Patroli KRYD Gabungan 3 Pilar, Kapolsek Megamendung Pastikan Antisipasi Gangguan Kamtibmas Wilayah Hukum Kecamatan Megamendung Aman Kondusif
Pemasangan Besi WF Hampir Selesai, Pembangunan Jembatan Terus Dikebut
Aktivitas Nelayan Lumpuh Akibat BBM Mahal, DPC Maung Kubu Raya Desak Pemda Tangani Serius
​Kontraktor harus berkomitmen dan kredibel dalam menangani pekerjaan proyek yang di kerjakannya
Indeks Berita