Tiba-tiba Prabowo minta TNI, Polri, dan Jaksa introspeksi

Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh aparatur negara, mulai dari birokrat, prajurit TNI, anggota Polri, hingga jaksa, melakukan introspeksi diri.
Pesan Prabowo tersebut jika dalam situasi normal merupakan pesan yang normatif, namun menjadi menarik di tengah situasi belakangan ini di mana sejumlah pejabat tinggi negara harus berurusan dengan hukum.
Apalagi dengan aktifitas Polri yang sedang nengusut tiga kasus korupsi besar yang potensial bisa menyeret Jampidsus, dengan dibumbui kabar 50an personel TNI mendatangi Polda Metro Jaya pasca penggeledahan Polri di beberapa tempat.
Pesan Prabowo tersebut disampaikan saat meresmikan lima bendungan secara serentak yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan seluruh aparatur negara memikul amanah untuk melayani masyarakat.
Karena itu, ia mengingatkan agar setiap pejabat selalu mengevaluasi kinerja dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Masalah bagi bangsa Indonesia juga masalah bagi kita semua. Saya minta kita introspeksi, terutama para birokrat. Ini banyak birokrat di sini yang saya lihat. Birokrat introspeksi, kita semua introspeksi," kata Prabowo.
Presiden kemudian memberikan pesan khusus kepada prajurit TNI, anggota Polri, dan jajaran kejaksaan.
Menurutnya, seluruh atribut, pangkat, hingga jabatan yang mereka sandang merupakan amanah yang berasal dari rakyat sehingga harus digunakan untuk melayani kepentingan masyarakat.
"Pejabat-pejabat militer dan polisi, introspeksi. Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa, ya? Di sana, iya. Pakai bintang juga kau di baju. Kau juga milik rakyat," tegas Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar seluruh aparat negara menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik dalam menjalankan tugas.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas korupsi dan meningkatkan efisiensi anggaran sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera.
Menurut Presiden Prabowo, mandat yang diberikan rakyat harus dijalankan dengan mengedepankan tata kelola pemerintahan yang bersih dan penggunaan anggaran negara secara bertanggung jawab.
“Yang saya perjuangkan bersama pemerintah yang mendukung saya, dengan mandat yang diberikan kepada kita, meraih kemakmuran untuk rakyat Indonesia dengan mengurangi, kalau bisa menghabisi, korupsi. Melakukan penghematan, melakukan efisiensi. Ini perjuangan kita untuk Indonesia makmur,” ucapnya.
Prabowo menilai cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara makmur tidak akan tercapai apabila praktik korupsi dan kebocoran anggaran masih terus terjadi.












