Pawang Hujan Rara: Warisan Budaya yang Membawa Berkah — DPP Maung Desak Pihak Berwenang Segera Undang ke Kalimantan
Syarif juga mengingatkan bahwa bencana karhutla dan kekeringan ini terjadi bukan tanpa sebab. Di balik kekeringan ada kerusakan lingkungan, ada pembakaran liar, ada kelalaian dan ketidakpedulian manusia. Maka permohonan hujan juga harus beriringan dengan tekad kuat memperbaiki kesalahan dan menjaga alam kembali.
"Hadirkan Rara, mohonkan turunnya hujan agar api padam, tanah lembap, mata air kembali mengalir. Tapi setelah itu, mari kita berjanji: tidak lagi membakar hutan, tidak lagi merusak lingkungan, dan menjaga apa yang dikembalikan alam kepada kita. Kalimantan butuh kesadaran, butuh tindakan, dan butuh doa yang nyata." Tegasnya
DPP MAUNG berharap pemerintah mendengar seruan ini, membuka ruang seluas-luasnya, dan mengundang Ibu Rara untuk hadir di tengah rakyat Kalimantan.
"Semoga langkah ini menjadi pertanda baik, awal pemulihan, dan bukti bahwa kita bangsa yang menghargai warisan leluhur serta tetap dekat dengan Sang Pencipta," pungkas Syarif Achmad.
Bencana karhutla dan kekeringan di Kalimantan adalah ujian besar bagi kita semua. Di tengah segala upaya penanganan, seruan DPP MAUNG untuk menghadirkan Pawang Hujan Rara menjadi pengingat bahwa alam tidak hanya dijaga dengan peralatan canggih, tetapi juga dengan kesadaran, penghormatan, dan ketulusan hati. Semoga doa dan harapan
(Team)