Pawang Hujan Rara: Warisan Budaya yang Membawa Berkah — DPP Maung Desak Pihak Berwenang Segera Undang ke Kalimantan
"Namanya dikenal luas dan menjadi perbincangan hangat di seluruh Indonesia, tepatnya sesaat sebelum gelaran balapan besar MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika. Saat itu, cuaca sangat panas, langit tampak tertutup debu, dan kekhawatiran melanda banyak pihak.
Namun setelah Rara hadir, melakukan tata cara dan permohonan sesuai pengetahuannya, langit perlahan berubah, awan berkumpul, dan turunlah hujan yang justru menjadi berkah dan mengatur suhu lingkungan demi kelancaran acara.
Banyak orang menyaksikan, banyak yang merasa takjub — bukan karena keajaiban semata, melainkan karena kesungguhan hati dan pemahaman mendalam tentang cara berkomunikasi dengan alam yang diwariskan nenek moyang kita," papar Syarif.
Selain itu, rara bukan sekadar orang biasa. Ia adalah pelestari budaya, penjunjung kearifan lokal, dan bukti bahwa di tengah kemajuan zaman. "warisan leluhur masih punya tempat dan makna besar bagi kita semua. Kemampuannya bukan untuk dipamerkan, melainkan untuk dimanfaatkan demi kebaikan dan keselamatan bersama." Tuturnya
Hadirkan Rara: Mohon Berkah Hujan, Pulihkan Keseimbangan Alam Kalimantan
Menurut Syarif Achmad, kondisi Kalimantan saat ini jauh lebih membutuhkan kehadiran Rara dibandingkan saat di Mandalika.
"Di Mandalika, hujan dimohon demi kelancaran olahraga. Di Kalimantan, kita memohon hujan demi nyawa manusia, demi keselamatan hutan, demi air minum jutaan warga yang kini menderita asap dan kekeringan. Kebutuhan kita saat ini jauh lebih besar, jauh lebih mendesak, dan jauh lebih menyangkut hajat hidup orang banyak."
"Kami tidak mengatakan ini satu-satunya jalan. Namun kami percaya, segala upaya yang baik, yang berlandaskan doa, kearifan, dan niat tulus menyelamatkan alam, patut dicoba dan didukung.
Jangan pandang remeh warisan budaya sendiri. Justru di saat ilmu pengetahuan saja belum cukup menjawab segala persoalan, kita kembali mendekat kepada cara-cara luhur nenek moyang kita," tegasnya.