Darurat Tebing Saluran Induk D.I Saddang Ambrol, Proyek Rp24,2 M BBWS Jeneberang Dikejar Waktu

 
Jumat, 28 Agu 2026  23:13

PINRANG, ALIANSI NEWS ID – Bahaya mengintai ribuan hektar sawah petani Pinrang. Tebing setinggi beberapa meter di Saluran Induk Daerah Irigasi D.I Saddang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Patampanua ambrol. 

Jika tidak segera ditangani, jebolnya tebing ini berpotensi memutus aliran air ke sawah dan memicu banjir di musim hujan.kamis 27 Agustus 2026

Pantauan _Aliansi News ID_, titik longsor itu kini menjadi lokasi proyek Rehabilitasi Kantong Lumpur D.I Saddang. Proyek prestisius Kementerian PUPR melalui BBWS Pompengan Jeneberang ini menelan anggaran fantastis Rp24.224.221.000 atau Rp24,2 Miliar dana APBN.

Berdasarkan papan proyek nomor kontrak `HK.02.01 Bbws 11.8.2.2026/44`, pekerjaan ditarget 249 hari kalender sejak 27 April 2026. Pelaksananya *PT. Bangun Konstruksi Persada Pengawasan mutu dipegang KSO PT. Manggala Karya Bangun Sarana dan PT. Syafitri Perdana Konsultan.

Di lapangan terlihat satu unit _piling rig_ mulai bergerak. Kontraktor mengerahkan pipa baja diameter 800mm x 6mm merek SPINDO standar ASTM A252 Grade 2 sebagai tiang pancang untuk menahan tebing. 

Tim juga merakit sangkar tulangan besi yang akan dicor di dalam pipa. Metode ini adalah nyawa dari penguatan tebing saluran induk.
Ini titik vital. Kalau gagal, air ke DI Saddang bisa mati," ujar seorang pekerja di lokasi.`

Kepala UPT Bendungan Benteng Patampanua, Masri menegaskan proyek ini sepenuhnya kewenangan BBWS.

"Proyek ini dari Balai Besar Pompengan Jeneberang. Kami dari UPT hanya bertugas mengawasi agar pekerjaan sesuai spesifikasi dan tidak mengganggu pelayanan irigasi ke petani," tegas Masri

"Kami cuma ngawasi. Yang penting air ke sawah warga tetap lancar selama pengerjaan," tambahnya.`

Berita Terkait
Selengkapnya