Pengurus DPD PSI Tanggapi Polemik Isu Permintaan Pemberian Gelar Adat Semende

Ketua DPD PSI Muara Enim
Selasa, 25 Agu 2026  14:59

Muara Enim, AliansiNews.ID

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Muara Enim mengambil sikap terkait polemik yang berkembang terkait rencana pemberian gelar adat Meraje kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

Ketua DPD PSI Muara Enim memberikan jawaban membatalkan usulan pemberian gelar adat semende dan telah disampaikan melalui surat resmi Nomor 008/A/DPD/VI-003/2026 tertanggal 22 Agustus 2026 yang ditujukan kepada Dewan Pembina Adat Semende Kabupaten Muara Enim.

Ketua DPD PSI Kabupaten Muara Enim, A Elfin MZ Muchtar, mengatakan pembatalan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap masyarakat Semende sekaligus upaya menghentikan polemik yang berkembang di media sosial maupun menjadi perbincangan masyarakat.

Ketua DPD PSI Kabupaten Muara Enim, Secara langsung menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Semende apabila langkah dan usulan yang kami sampaikan menimbulkan polemik atau menyinggung perasaan masyarakat. Tidak ada sedikit pun niat kami untuk mengabaikan, mencampuri, ataupun tidak menghormati adat dan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat Semende,” kata Elfin.

Menurut Elfin, rencana pemberian gelar Meraje kepada Joko Widodo sebelumnya dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan. Namun, setelah mencermati dinamika dan respons yang berkembang di masyarakat, pihaknya memilih membatalkan usulan tersebut untuk menjaga kerukunan dan mengakhiri prokontra yang telah berkembang.

Kami tidak ingin ada pihak yang merasa dipertentangkan demi menjaga persatuan, kerukunan dan kondusivitas masyarakat Muara Enim jauh lebih penting,” tegasnya.

Elfin menegaskan, permintaan maaf tersebut bukan sekadar untuk mengakhiri polemik, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat Semende yang memiliki kekayaan adat dan budaya yang harus dijaga bersama.

Kami keluarga besar DPD PSI Muara Enim menghargai masyarakat Semende, para tokoh adat dan seluruh lembaga adat. Jika ada kekeliruan dari kami, kami dengan tulus meminta maaf dan berharap persoalan ini dapat kita akhiri dengan baik, ujarnya.

Berita Terkait
Selengkapnya