Waspadai Ketidakpastian, Pemerintah Susun APBN 2023 Dengan Sangat Hati-Hati
Ketiga, peningkatan kesadaran akan ekonomi hijau. Menkeu menyampaikan, nilai ekonomi yang berasal dari karbon dan teknologi energi terbarukan akan diandalkan menjadi sumber pertumbuhan yang baru.
“Ini yang akan didukung oleh APBN untuk tahun 2023, di mana kita berharap pertumbuhan ekonomi tadi seperti disampaikan, ada dalam range 5,3-5,9 persen,’ tandasnya.
Terkait hal yang harus diwaspadai, Menkeu menekankan mengenai lonjakan inflasi dunia, terutama di negara-negara maju.
“Ini akan memberikan dampak spillover atau rambatan yang harus diwaspadai, yaitu dalam bentuk capital flow akan mengalami pengaruh negatif dari kenaikan suku bunga dan juga dari sisi yield atau imbal hasil dari surat berharga yang tentu akan mendorong dalam hal ini biaya untuk surat utang negara,” ujarnya.
Tak hanya di negara maju peningkatan inflasi juga terjadi di sejumlah negara berkembang.
“Kenaikan inflasi yang tinggi tentu akan bisa mengancam proses pemulihan ekonomi karena daya beli masyarakat tentu akan tergerus. Ini yang akan diwaspadai,” pungkasnya. [setkab]


