Terkait Dugaan Mal Praktek, Janji RS Pertamina dari Tahun 2017 Belum Direaliasi
“Kemudian pada tanggal 27 Oktober 2016 kami ikuti prosedur dengan melengkapi administrasi sesuai yang ditentukan, serta mengikuti pemeriksaan awal, cek darah dan sebagainya,” ujarnya.
Pada tanggal itu juga, menurut Thamrin, anaknya dinyatakan benar menderita hernia. Dan pada hari berikutnya oleh dokter umum RS Pertamina Palembang Rizky belum bisa untuk dioperasi karena masih menderita sakit batuk dan pilek, untuk kemudian tindakan rawat jalan untuk menyembuhkan batuk dan pileknya.
“Lalu tanggal 31 Oktober 2016, kami dipanggil kembali, dan pemeriksaan hari itu Rizky dinyatakan sehat dan layak untuk dioperasi,” tuturnya.
Berikutnya tanggal 2 November 2011 jam 3 sore, Rizky masuk ke ruang operasi. Dua jam kemudian Thamrin dipanggil masuk ke ruang operasi.
“Saya diperlihatkan penyakit anak saya, dinyatakan anak saya terkena penyakit tumor. Di situlah saya merasa sangat terpukul. Lalu saya komplain ke dokter DR yang menangani Rizky, kenapa baru dinyatakan terkena tumor setelah dibedah?” imbuhnya.
Thamrin sangat menyesalkan, seandainya dokter cermat dalam pemeriksaan dan menyatakan anaknya terkena tumor, tentu tidak perlu ikut operasi yang memang dikhususkan untuk hernia.


