Nestapa Nelayan Pantai Utara Setelah Adanya Pagar Laut dan Tak Bisa Lagi Mencari Ikan

Nestapa Nelayan Pantai Utara Setelah Adanya Pagar Laut dan Tak Bisa Lagi Mencari Ikan
Perairan laut wilayah Kabupaten Tangerang terpagar bambu telah terPerdakan telah siap di komersilkan
BANTEN
Jumat, 17 Jan 2025  21:51

Nah ini, apalagi terhadap perhatian nelayan, nggak ada kok, boro-boro ngebantu yang lain. Emang ada bantuan jaring untuk nelayan misalnya di Kronjo, nggak ada sama sekali, nggak ada perhatiannya,” lanjutnya.

Oleh karena itu WALHI menilai sikap Pemkab Tangerang perihal pagar laut misterius sebagai bagian dari cara membunuh nelayan.

Itu bagian dari cara dia membunuh nelayan. Jadi kalau misalnya dia bilang berpihak, itu bohong besar, omdo, apa buktinya,” tanya Mukri.

"Kalau Pemkab Tangerang berpihak, kasih dong ruang, jelas-jelas disitu dalam arahannya daerah pantai utara itu kan zona pemanfaatan, zona budi daya, tapi kok kenapa kemudian dialokasikan untuk reklamasi dan luasnya nggak main-main ini 9.000 hektare", sambungnya.

Keberadaan pagar laut dari bambu sepanjang 30,16 kilometer di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, berdampak pada ribuan nelayan yang saat ini kesulitan mengakses area tangkapan ikan akibat struktur pagar yang tertutup berlapis-lapis. 

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Wilayah Banten, Fadli Afriadi,  menyebutkan bahwa lebih kurang ribuan nelayan selama enam bulan terakhir sejak pemasangan pagar itu yang paling terdampak.

"Saya naik kapal, keliling, jadi itu (pagar bambu) bukan satu lapis, tapi berlapis-lapis. Pagar Laut 30,16 Km di Tangerang, Ribuan Nelayan Kesulitan Cari Ikan, 

Keberadaan pagar laut dari bambu sepanjang 30,16 kilometer di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, berdampak pada aktivitas nelayan setempat.  Banyak nelayan yang saat ini kesulitan mengakses area tangkapan ikan akibat struktur pagar yang tertutup berlapis-lapis.

"Kita belum bisa mengidentifikasi karena beragam informasinya," katanya. Pada Rabu lalu (17/1/25)

<<
1
2
3
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita