Rapat pleno Terbuka Hasil Rekapitulasi DPS Pemilu Tahun 2024 Di Kantor KPU RI
Bagi saya untuk TPS khusus menjadi pertimbangan terutama di perusahaan, di lapas dan di pesantren ini menurut saya menjadi pertimbangan penting karena di perusahaan saya lihat pengalaman selama ini tidak efektif.
Kegiatan di lanjutkan dengan Tanggapan dan Masukan oleh Bapak Syaiful Kamal (Perwakilan Partai PKB) sebagai berikut.
Terkait dengan lokasi TPS Saya kira Apabila terjadi kekhawatiran tidak akan terjadi apabila lokasi TPS bertempat di pondok pesantren tetap jadikan lokasi TPS tapi perlu pengawas dan saksi dari partai politik dari pemantau ataupun dari media.
Kegiatan di lanjutkan dengan Tanggapan dan Masukan oleh Bapak Ibnu Mahmud (Perwakilan Partai PAN) sebagai berikut.
Saya kira kita perlu belajar terkait Pemilu beberapa tahun yang lalu ada kasus besar di Malaysia terkait pemungutan suara sekiranya sebisa mungkin ada TPS Jangan sampai ada yang lain untuk mengurangi atau memperkecil ruang untuk berbuat curang
Proses pencermatan di TPS dibantu dengan partai politik saya kira Memang sebelumnya terutama tentang penggandaan, Saya kira itu perlu dicermati perlu kiranya antara tim teknis KPU RI dan partai politik sesungguhnya agar kelihatan yang namanya pemilih ini adalah awal mula apakah pemilih ini berintegritas atau tidak.
Kegiatan di lanjutkan dengan Tanggapan oleh Bapak Hasyim Ashari (Ketua KPU RI) sebagai berikut.
Untuk data disabilitas nanti kita cek dulu mengingat mau tidak mau rekapitulasi harus memeriksa lagi terkait berita acara kabupaten dan kota kalau datanya itu ada, tapi belum ada diberita acara dan untuk salinan DPS kami pastikan berdasarkan KPU kota dan provinsi agar menyerahkan data salinan kepada KPU RI.
Tentang sinkronisasi data dengan berita acara 2 hari kemarin sudah melakukan sinkronisasi untuk data jumlah, sudah sinkron atau belum, dan sudah dilakukan sebelum rekapitulasi, apabila ada kesalahan nanti tolong sampaikan.

