Presiden Jokowi Meresmikan PLTA Poso Energy
"Kebutuhan listrik tidak akan menurun Pak, akan selalu naik terus, kecuali saat kemarin Covid-19. Ada quarantine, orang tidak berkantor, pabrik tidak jalan, maka (kebutuhan listrik) turun. Tapi akan segera menaik kembali ini, sehingga dibutuhkan pembangunan terus menerus khususnya untuk listrik," ujar pria yang akrab disapa JK itu.
Di kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura mengatakan, kehadiran PLTA di Kabupaten Poso menjadi sumber energi baru yang menjadi penerang wilayah tersebut.
"Akan menjadi sumber inspirasi Poso, sumber energi baru yang menerangi Sulawesi Tengah," ungkap Rusdy.
Untuk diketahui, PLTA Poso Energy dibangun oleh PT Poso Energy dan di bawah pengawasan PLN Unit Induk Pembangkit (UIP) Sulawesi. Pembangkit PLTA Poso 515 MW digunakan sebagai pembangkit peaker, karena pembangkit ini berjalan saat permintaan listrik sedang tinggi.
Peran PLTA Poso sebagai pembangkit peaker didukung oleh beberapa faktor, antara lain live storage cukup besar yaitu Danau Poso; regulating dam yang bisa mengatur debit keluaran tampungan Danau Poso; dan mampu beroperasi dengan kapasitas penuh pada jam puncak sepanjang tahun.
Dengan kemampuan tersebut, PLTA Poso Energy memiliki peranan sangat penting, karena banyaknya industri smelter yang masuk ke Sulawesi, khususnya di Sulawesi Tengah. Pengoperasian secara penuh PLTA Poso Peaker khususnya PLTA Poso dapat digunakan untuk mendukung evakuasi daya dapat disalurkan ke industri-industri smelter.
Adapun untuk PLTA Malea, terletak di aliran sungai Saddang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. PLTA ini menggunakan sistem pengambilan air run off river dengan bangunan utama berupa area pengambilan (intake area), area saluran penghantar (waterway), area tangki peredam (surge tank), dan area gedung pembangkit (power house).
Dengan beroperasinya PLTA Malea ini, maka bauran EBT di sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) meningkat dari 29,46 persen atau setara 651 megawatt (MW), menjadi 33,5 persen atau 740 MW.


