Advertisement

Praktik kotor siasati PPDB 2024, 'cuci rapor' hingga manipulasi jalur zonasi

HUKUM
Sabtu, 06 Jul 2024  16:12
Praktik kotor siasati PPDB 2024, 'cuci rapor' hingga manipulasi jalur zonasi
Foto: Ilustrasi.

Ombudsman RI mengungkap sejumlah temuan untuk menyiasati pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025. Di antaranya ada praktik 'cuci rapor' atau mengganti nilai untuk meningkatkan gengsi sekolah hingga manipulasi data demi mengakali jalur zonasi.

"Kami temukan bahwa implementasi di lapangan ternyata masih banyak yang tidak sesuai dengan panduan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 dan Keputusan Sejken Kemendikbud Nomor 47 Tahun 2023 dalam pelaksanaan PPDB ini," kata Anggota Ombudsman RI Indraza Marzuki Rais dalam keterangan yang dikutip dari situs resmi, Sabtu (6/7/2024).

Indraza kemudian memerinci lembaganya sudah mendapatkan aduan masyarakat terkait pelaksanaan PPDB. Rinciannya, terjadi dugaan administrasi sebanyak 51 persen; tidak memberikan layanan 13 persen; tidak kompeten 12 persen; diskriminasi 11 persen; penundaan berlarut 7 persen; permintaaan imbalan uang, barang dan jasa 2 persen; tidak patut 2 persen; dan penyalahgunaan wewenang 2 persen.

Baca juga:
Demo Nyaris Ricuh, Ombudsman Sumsel Janji Cabut Kesepakatan Penundaan PPDB
Polemik PPDB Jalur Prestasi, Wali Murid Geruduk Kantor Ombudsman Sumsel

Sementara itu, berdasarkan seleksi jalur PPDB jumlah pengaduan pada jalur prestasi sebanyak 141 laporan, jalur zonasi 138 laporan, tidak ada keterangan 130 laporan, afirmasi 47 laporan dan Perpindahan Tugas Orang Tua (PTO) 11 laporan.

"Dalam jalur zonasi, adanya pemahaman keliru baik juklak dan juknis penentuan zona dimana selama ini masih banyak yang menggunakan jarak padahal dapat juga menggunakan area zona. Untuk afirmasi, seharusnya juga tidak hanya bagi anak yang kurang beruntung secara ekonomi tetapi juga berlaku kepada teman-teman disabilitas," ungkapnya.

Advertisement Jaro Ade

Adapun salah satu laporan yang masuk di jalur prestasi, yaitu praktik cuci rapot atau mengganti nilai demi meningkatkan gengsi sekolah. Selain itu, tidak adanya transparansi dalam mengukur dan mengumumkan skor penilaian jalur prestasi.

"Sehingga muncul berbagai permasalahan seperti adanya sertifikat akademik palus hingga masuknya siswa titipan berdasarkan jalur prestasi yang berujung pada penambahan kelas atau rombongan belajar," ungkap Indraza.

Baca juga:
Banyaknya Pengaduan PPDB, Ombudsman Sumsel Periksa SMA Negeri
SEKDA Kab. Sukabumi, Ade Suryaman Pimpin Rapat Persiapan Penilaian Pelayanan Publik

Sementara berdasarkan wilayah, temuan yang didapat Ombudsman cukup beragam. Salah satunya adalah manipulasi dokumen untuk menyiasati jalur zonasi dan hal ini terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Metode mencurangi zonasi ini, sambung Indraza, dengan menerbitkan akta perwalian melalui notaris yang diduga dilakukan oleh seorang petinggi sebuah perusahaan pengelola rumah sakit swasta.

1
2
Berikutnya
TAG:
#ppdb 2024
#cuci rapor
#jalur zonasi
#ombudsman
#ppdb

Berita Terkait
1
2
3
4
5
6
7

Diduga angkut Minyak hasil ileggal Drilling,Mobil Pick UP Terbakar!!!

Sumsel   Minggu, 21 Jul 2024  07:18

Resmi, Daftar 98 Pinjol yang berijin di OJK per 12 Juli 2024 ,beserta Kriterianya

Banten   Sabtu, 20 Jul 2024  23:03

Nelayan temukan puing helikopter Polri yang jatuh di Belitung Timur

Babel   Sabtu, 20 Jul 2024  19:56

Dandim 1016/Plk Beserta Anggota Ikuti Syukuran HUT ke-66 Kodam XII/Tpr di Korem 102/Pjg

Kalteng   Sabtu, 20 Jul 2024  18:14

Tujuh Partai Non Parlemen Deklarasi Dukung Jaro Ade di Pilbup Bogor 2024, Siap Wujudkan Pemerintah..

Bogor Raya   Sabtu, 20 Jul 2024  17:39
Apes, pencuri cabai ditangkap warga dan dihukum makan cabai 1 ember
Pemkab OKU Timur Menggelar Kegiatan Isbat Nikah Terpadu Tahun 2024
Kasus PTSL di Cinangneng ternyata hanya daur ulang cerita lama
SMKN 6 Palembang: Membentuk Generasi Unggul melalui MPLS 2024

Rehab Rumah Dinas Walikota Jadi Rumah Aspirasi Rakyat, Pemkot Palembang Sambut Baik Dukungan..

SUMSEL   Sabtu, 20 Jul 2024  07:32

Minimalisir Tindak Kekerasan Perempuan, DPPPA Adakan Advokasi Kekerasan Berbasis Gender Dilingkungan..

BANTEN   Sabtu, 20 Jul 2024  06:05

Camat larompong terdepan Gelar Bimtek, penguatan SISMOIP - Qris Dinamis dan tata cara pembayaran..

LUWU UTARA   Jumat, 19 Jul 2024  15:45

Kejari Muba Fasilitasi Perdamaian - Restorative Justice

SUMSEL   Jumat, 19 Jul 2024  14:36

Proyek Pembangunan Penahan Tanggul Banjir Desa Upang Cemara terindikasi Markup serta diduga..

SUMSEL   Jumat, 19 Jul 2024  14:31

Ormas GMX DIY-Jateng Pasang Badan untuk Korban Kasus Asusila Di Kaliatukranggan Purworejo

JATENG   Jumat, 19 Jul 2024  11:08

Fokus Tangani Stunting, Kecamatan Jatiuwung Berikan Pelatihan Penyiapan PMT Berbahan Lokal..

BANTEN   Jumat, 19 Jul 2024  09:53

Festival Cisadane 2024,Sediakan sajian Hiburan, Kuliner dan Stand Layanan Publik

BANTEN   Jumat, 19 Jul 2024  09:03

Antisipasi Pohon Tumbang, Satgas Kecamatan Cileduk Gerak Cepat Pangkas Pohon

BANTEN   Jumat, 19 Jul 2024  08:39

Silaturahmi Humas Polda Dengan Wartawan, Harap Terjalin Sinergisitas

SUMSEL   Jumat, 19 Jul 2024  08:12

MPLS di SMAN 8 Palembang Berjalan Lancar, Fokus Pada Anti Kekerasan dan Lingkungan Aman

SUMSEL   Kamis, 18 Jul 2024  18:41

SMAN 4 Palembang Sambut Siswa Baru: Harapan dan Panduan Orang Tua di Tahun Ajaran 2024-2025..

SUMSEL   Kamis, 18 Jul 2024  18:17

Polisi diminta usut dugaan Kepemilikan senpi serta adanya penyalahgunaan narkoba korban Ha,..

SUMSEL   Kamis, 18 Jul 2024  13:03

BAZNAS Kab. Sukabumi Menyalurkan Bantuan Kursi Roda Untuk Warga Wilayah Jampang

JABAR   Kamis, 18 Jul 2024  12:35

SP Penyidikan Diterbitkan Sebelum LP, Sesuai SOP Kepolisiankah?

SUMSEL   Kamis, 18 Jul 2024  12:16

Beasiswa Tangerang Cerdas Tanggulangi Anak Putus Sekolah

BANTEN   Kamis, 18 Jul 2024  10:43

Gebyar Muharram Ponpes Azzainiyah dan Milad PSI, Bupati Sukabumi "Jadikan Semangat Menjadi..

JABAR   Rabu, 17 Jul 2024  21:29

KPK tetapkan Walikota Semarang, suaminya dan Ketua Gapensi menjadi tersangka

TIPIKOR   Rabu, 17 Jul 2024  20:41

Perumda Tirta Benteng akan terima 51 ribu pelanggan baru dari Perumdam TKR, Saat ini Targetkan..

BANTEN   Rabu, 17 Jul 2024  17:40

Buku SIMI Penyu Yang Kuat, Bukti Kepedulian Bunda PAUD Kab. Sukabumi, Ini Kata Penerbit Erlangga..

JABAR   Rabu, 17 Jul 2024  17:28
Selengkapnya