Pertalite di SPBU Trucuk Klaten Diduga Tercampur Air Membuat Sejumlah Kendaraan Mogok
“Saya mau menyampaikan ini bukan klarifikasi nggih, tapi saya memberikan keterangan seputar yang terjadi di SPBU Trucuk. Nah, yang terjadi ini kan yang sekarang sedang ramai adalah [diduga] tercampurnya BBM dengan air. Kebetulan ini terjadi baru pertama kali di tempat kami dan selama ini SPBU kami aman saja, tidak pernah terjadi hal seperti ini,” kata Galih saat ditemui wartawan di SPBU Trucuk.
Galih menjelaskan saat ini pengelola SPBU bersama Polres menelusuri penyebab kejadian tersebut.
“Nanti untuk ke depannya akan kami beri klarifikasi setelah semuanya ini selesai,” kata Galih.
Galih menjelaskan BBM yang diduga bercampur air itu terjadi pada jenis Pertalite. Konsumen yang mengeluhkan kendaraan mereka mogok setelah mengisi Pertalite di SPBU saat pengisian setelah pukul 24.00 WIB.
Dia memastikan sebelumnya tidak ada masalah pada pengisian bahan bakar di SPBU yang sudah beroperasi sejak 2020 itu. Sebelumnya juga tidak ada hujan maupun banjir. Disinggung volume BBM jenis Pertalite yang diduga tercampur air, dia menjelaskan sekitar 4 ton.
Soal penutupan SPBU, Galih belum bisa mengungkapkan hingga kapan. Pasalnya, penyebab BBM jenis Pertalite diduga tercampur zat lain itu masih dalam penyelidikan Polisi.
Galih juga memastikan pengelola bertanggung jawab atas kerusakan kendaraan setelah mengisi Pertalite di SPBU Trucuk. Bentuk tanggung jawab yang diberikan yakni menyerviskan kendaraan konsumen yang mogok.


