Perangkat Desa Jambu Rejo Berijazah SMP, Terbongkar Saat Perekrutan KPPS

Perangkat Desa Jambu Rejo Berijazah SMP, Terbongkar  Saat Perekrutan KPPS
Foto: Ilustrasi
SUMSEL
Rabu, 17 Jan 2024  07:14

Musi Rawas, Aliansinews-

Kontroversi mewarnai Desa Jambu Rejo, Kecamatan Sumberharta, Kabupaten Musi Rawas,

terkait perangkat desa yang berijazah SMP. Pengungkapan ini terjadi dalam proses perekrutan KPPS di wilayah tersebut, di mana sejumlah perangkat desa mendaftar untuk menjadi anggota KPPS, namun ditolak karena belum memenuhi syarat kelulusan, yaitu ijazah SMA.

Baca juga: Maladministrasi PPDB SMAN, PJ Gubernur Melaksanakan Saran Korektif Ombudsman

Seorang narasumber yang namanya tidak diungkapkan mengungkapkan bahwa beberapa perangkat desa mendaftar namun gagal lulus. Keanehan terletak pada kenyataan bahwa ijazah SMP masih dalam proses pengurusan, memicu pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap regulasi.

"Seharusnya perangkat desa minimal berijazah SMA, bukan SMP. Ini aneh," ungkap narasumber tersebut.

Ketua PPS Desa, Kodir, juga membenarkan bahwa ada perangkat desa kadus yang tidak lulus karena administrasi tak lengkap sesuai aturan yang ditetapkan oleh KPU.

"Ada perangkat desa yang mendaftar tapi tidak lulus karena administrasi tidak lengkap," tuturnya.

Baca juga: Sopir Truk Tangki Pertamina Diamankan karena `Kencing` Muatan BBM di Jalan: 100 Liter Solar Disita oleh Polda Sumsel

Kepala Desa Jambu Rejo, Maryadi, ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, mengakui bahwa beberapa perangkat desanya masih dalam proses pengurusan ijazah. Namun, saat ditanya lebih lanjut, tidak ada respons yang diberikan.

Walaupun terjadi kebuntuan dalam konfirmasi, perlu dicatat bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 mengatur bahwa perangkat desa harus berpendidikan paling rendah sekolah menengah umum atau yang sederajat.

Hal:
1
2
Berikutnya
Formasi Indonesia Satu Jaro Ade
TAG:
Kontroversi pendaftaran kpps perangkat desa penerimaan pendidikan ijazah
Berita Terkait
Selengkapnya