M.Ridwan Hisjam : Mengenang Pangeran Diponegoro dan Sejarah Perjuangannya
Hal ini terealisasi pada 1825 di mana Perang Jawa terjadi.Adapun perang itu bermula dari keputusan dan tindakan Belanda yang memasang patok-patok di atas tanah milik Pangeran Diponegoro di Desa Tegalrejo.
Pematokan tersebut juga tidak pernah mendapat pemberitahuan kepada Pangeran Diponegoro.
Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat Padepokan Kosgoro 57 M.Ridwan Hisjam menegaskan,"Saat itu, Belanda akan membuat jalan raya yang melintas di sebelah timur Tegalrejo, di mana pematokan itu meresahkan masyarakat.
Keresahan masyarakat juga diperparah dengan adanya pajak tinggi, sikap tidak menghargai adat istiadat, dan eksploitasi berlebih dari Belanda.
Akhirnya, perselisihan pun terjadi dan meluas hingga menjadi peperangan yang berlangsung selama lima tahun lamanya,"katanya.
Perang ini berlangsung di sebagian Pulau Jawa, dengan lokasi Yogyakarta di pantai selatan hingga perbatasan Banyumas di bagian barat, dan Magelang di utara.
Pada 1827, Pangeran Diponegoro terjepit karena Belanda menyerang dengan 23.000 pasukan.
Masih dari sumber yang sama (9/12/2019), pasukan Belanda yang dipimpin Jenderal De Kock berhasil mendesak Diponegoro di Magelang pada 28 Maret 1830.
"Saat itu, Belanda meminta agar Pangeran Diponegoro menghentikan perang, namun permintaan itu ditolak,Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Ungaran, Semarang.
,"pungkasya.
Pangeran Diponegoro merupakan putra Sultan Hamengkubuwana III. Sejak kecil ia diasuh oleh sang eyang. Ia diajarkan berbagai macam ilmu, termasuk ilmu agama.

