Menperin: Pembangunan 18 Kawasan Industri Luar Jawa Dikebut Tahun 2019
Dijelaskan Menperin, upaya strategis tersebut tentu untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri sehingga dapat mensubstitusi produk impor, meningkatkan penerimaan devisa dari hasil ekspor, dan melengkapi rantai pasok manufaktur di Indonesia. Selain itu mampu memperdalam struktur industri di Indonesia.
“Contohnya di Morowali, kita sudah berhasil melakukan hilirisasi terhadap nickel ore menjadi stainless steel. Kalau nickel ore dijual sekitar 40-60 dollar AS, menjadi stainless steel harganya di atas 2000 dollar AS. Kita sudah mampu ekspor dari Morowali senilai 4 miliar dollar AS, baik itu hot rolled coil maupun cold rolled coil ke Amerka Serikat dan China,” papar Menperin.
Menperin optimistis, pembangunan kawasan industri akan dapat meningkatkan nilai investasi di Indonesia. “Bahkan, dengan berdirinya pabrik akan menyerap banyak tenaga kerja lokal. Ini salah satu bukti dari multiplier effect aktivitas industrialisasi,” terangnya.
Hingga November 2018, realisasi investasi sektor industri mencapai Rp70,8 triliun atau 27,72 persen dari seluruh penanaman modal di Indonesia. Sementara, pada semester I-2018, jumlah tenaga kerja di sektor industri sudah memebus angka 17,92 juta orang.
Menperin menunjuk contoh di klaster Cilegon, sudah ada beberapa tambahan investasi. Misalnya, Posco dan Krakatau Steel sebesar 3 miliar dollar AS dan beberapa minggu lalu Lotte melakukan ground breaking senilai 3,5 miliar dollar AS.
“Ini diharapkan dapat memberikan efek kepercayaan diri kepada investor lain karena dilakukan menjelang tahun politik. Artinya, investor tidak perlu lagi menunggu, bahwa kondisi ekonomi dan politik Indonesia dinilai stabil,” tegas Airlangga. (Humas Kemenperin/ES)


