Menlu: Presiden ke Korsel Ingin Tingkatkan Kerja Sama ‘Next Generation’
Yang terakhir, Menlu Retno Marsudi menyampaikan tujuan kunjungan Presiden Jokowi ke Korsel adalah memberikan dukungan yang konsisten, terus-menerus kepada proses perdamaian di Semenanjung Korea.
Ditambahkan Menlu, jika Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan pada Senin (10/9), maka pada 18 September akan ada KTT Inter Korea yang akan dilakukan di Pyongyang.
“Untuk itulah, Presiden menggunakan kesempatan kunjungan ini untuk mempertebal dukungan Indonesia terhadap proses perdamaian di Semenanjung Korea,” ujar Menlu.
Peningkatan Kerjasama Ekonomi
Setelah dari Korea Selatan, Menlu Retno Marsudi menyampaikan, Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Hanoi, Vietnam. Menurut Menlu, ini juga merupakan undangan yang sudah cukup lama yang disampaikan oleh pemerintah Vietnam, dan sudah beberapa kali pejabat tinggi Vietnam melakukan kunjungan ke Indonesia.
Menlu menjelaskan, untuk Hanoi, sebenarnya ada dua agenda Presiden Jokowi, selain kunjungan kenegaraan. Presiden Jokowi akan hadir di dalam World Economic Forum (WEF) on ASEAN. “Jadi akan ada WEF on ASEAN, dimana di situ akan dihadiri oleh pemimpin-pemimpin ASEAN,” ujarnya.
Dengan penduduk lebih dari 95 juta jiwa, menurut Menlu, golongan menengah Vietnam komposisinya cukup banyak, anak mudanya cukup banyak. Ini merupakan potensi yang sangat besar, lanjut Menlu, untuk meningkatkan kerja sama Indonesia dengan Vietnam.
Dijelaskan Menlu, fokus penguatan kerja sama ekonomi masih merupakan fokus untuk kunjungan Presiden ke Vietnam, termasuk penguatan investasi-investasi Indonesia yang sudah berada di Vietnam.
“Teman-teman tahu beberapa investor Indonesia sudah cukup lama beroperasi di Vietnam, dan Presiden hanya ingin memastikan bahwa investor-investor Indonesia yang ada di sana juga mendapatkan perhatian dari pemerintah Vietnam,” ujar Menlu.

