Ketua Umum LAI: Tidak Ada Tawar Menawar Untuk Pertahanan dan Keamanan, Negara Harus Tegas
“Soal tulus atau tidak, masing-masing yang bersangkutan dengan Tuhan yang tahu. Namun bisa dilihat dari indikasinya. Jika lebih didorong oleh rasa sakit hati atau ketidakpuasan pribadi, tulusnya dari mana?” lanjut H. Djoni Lubis.
Begitupun dengan pernyataan seorang oknum mantan Panglima TNI di sebuah stasiun televise swasta, H. Djoni Lubis sangat menyayangkan.
“Meski konteksnya untuk menjawab pertanyaan, dan seolah-oleh membela pejabat-pejabat TNI yang masih aktif, pernyataan tentang kucing dan kucing kurap itu sangat tidak pantas,” kata dia.
Menurutnya pengabdian seorang prajurit TNI terhadap bangsa dan Negara itu seumur hidup.
“Saat menjadi purnawirawan itu hanya purna berdinas, secara formal. Namun Sapta Marga dan Sumpah Prajurit wajib dipegang teguh seumur hidup, pengabdian terhadap bangsa dan Negara tidak pernah purna,” tegas Ketua Umum LAI.
Terhadap oknum yang bersangkutan, H. Djoni Lubis menyarankan agar sebaiknya menempuh jalan lain yang lebih terhormat dan lebih bisa menjaga marwah serta martabat TNI pada umumnya.


