Ketua Umum LAI: Hijrah Melalui Panca Moral Aliansi Indonesia
Setelah mampu hijrah hati, selanjutnya hijrah tentang penampilan, yaitu penampilan yang selalu mengedepankan kesopanan sesuai adat ketimuran, penampilan yang bersih dan pantas menyesuaikan waktu, tempat, kebutuhan dan keadaan.
“Setelah itu hijrah secara lisan, yaitu ucapan. Setiap ucapan kita harus mampu berhijrah, dari yang semula suka berbohong, menyinggung atau menyakiti orang lain bahkan memfitnah, menjadi ucapan yang selalu mengedepankan kejujuran, menjaga perasaan sesama dan mengucapkan hal-hal yang benar jauh dari fitnah,” Ketua Umum LAI memaparkan.
Berikutnya hijrah perilaku, dari perilaku yang menyimpang dan tidak sopan, menjadi perilaku yang lurus dan selalu berpedoman pada adab kesopanan.
“Yang kelima, hijrah untuk selalu bersedia introspeksi dan mawas diri. Itu dasarnya dari hati tadi, kalau hati tidak lagi keras, maka tiap diri akan mau untuk introspeksi dan mawas diri, tidak lagi keras hati,” pungkasnya.
SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIAH, 1 MUHARRAM 1442 H.


