Keluarga Dul Kosim Minta Polda Metro Transparan dan Publikasikan Oknum Polisi yang DPO
Penasehat Perkumpulan Keluarga Madura Darulhikmah se-DKI Jakarta, Tasan menjelaskan, pihak PMJ harus segera membukanya ke publik. Kalau penguna atau pengedar kenapa sampai dianiaya, dibunuh dan jasadnya di buang ke jurang.
"Sadis. Kalau si Dul penguna atau pengedar narkoba mana buktinya? Narkobanya jenis apa, dan berapa banyak beratnya? Lalu apa memang harus siksa jasadnya di buang ke semak-semak di Bandung, seolah meninggal karena kecelakaan," jelas Tasan, yang juga paman korban
Dia juga meminta almarhum direhabilitasi nama baiknya, karena bagaimanapun stigma bandar narkoba sudah telanjur melekat akibat ulah para pelaku yang duduga kuat telah salah tangkap tersebut.
Istri Korban Dibawa ke PMJ dan Adanya Kuasa Hukum Baru
Ada informasi yang masih ditelusuri kebenarannya, pihak Polda menghubungi Polsek Geger, lalu Kepala Desa Tagarpriyah membawa istri dan Abang korban yang sedang berkabung di kampung halamannya Bangkalan, terbang ke Polda Metro Jaya, sampainya di bandara, sudah ada yang menjemput.
Entah untuk maksud apa, apa yang ditandatangani dan apa yang diterima pihak korban di PMJ, termaksud hingga adanya kuasa hukum keluarga korban yang tidak tahu dengan jelas kronologisnya. Kuat dugaan, bila hal ini terbukti, pihak PMJ terkesan berusaha menutupi fakta yang sebenarnya. (tim)

