JK: Kita Butuh Pemimpin yang Sudah Mengenal Indonesia, Seperti Jokowi
"Disamping itu orang makin banyak maunya. Masyarakat dunia makin banyak permintaannya, maka makin tinggi keahliannya. Kita masih mengandalkan kemampuan SDA kita, SDA kita ini kalau tanpa teknologi dia tidak bisa berkembang. Contoh Sulsel selalu bangga dengan produksi beras, Lumbung Pangan. Tapi, Lumbung Pangan itu kalau produksi hanya 5 ton seperti sekarang, itu tidak bisa mensejahterakan orang.Jadi, bagaimana untuk meningkatkan produksi itu harus ada dukungan teknologi, seperti yang dikembangkan oleh universitas dan perusahaan-perusahaan, dan sebagainya. Itulah kenapa dibutuhkan pemimpin yang mengetahui itu, kenapa kita butuh pemimpin yang sudah mengenal. Karena, kalau tidak dan mulai lagi baru, tidak bersambung ini program,"papar Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla menjelaskan, perbaikan sektor ekonomi itu juga merupakan upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kualitas ekonomi yang lebih baik, diatas China maupun negara-negara anggota ASEAN.
"Pada masa datang yang kita hadapi kalau dalam ekonomi itu persaingan dengan seluruh dunia. Berarti ada 2 hal yang kita lakukan ialah memperbaiki tingkat kemampuan kita, olehkarena itu tahun depan akan diperbanyak sekolah latihan-latihan, BLKI, dan sebagainya. Karena, kalau tidak kita akan kalah dari China, Thailand hingga Kamboja," tegasnya.
Sementara, Sabtu siang, Joko Widodo bertandang ke kediaman Jusuf Kalla yang berlokasi di jalan Haji Bau, kota Makassar, untuk bersantap siang bersama.
Dalam kesempatan itu Joko Widodo sempat memberikan pernyataan kepada media, bahwa Jusuf Kalla merupakan figur yang sangat berpengalaman di bidang politik dan ekonomi.
Presiden Joko Widodo yang juga merupakan calon presiden nomor urut 1, meminta Jusuf Kalla untuk tetap mendampingi dalam melaksanakan tugas-tugas negara kedepannnya.
Bahkan, presiden menyebut Jusuf Kalla seorang sosok serba bisa.


