Advertisement

Isu Pemakzulan dan Hak Angket, "Premanisme" Kaum "Salawi" di Era Demokrasi

NASIONAL
Selasa, 27 Feb 2024  05:30
Isu Pemakzulan dan Hak Angket, "Premanisme" Kaum "Salawi" di Era Demokrasi
Foto: Ilustrasi, demo di KPU.

Oleh: Muhammad Syafei (Dewan Pendiri Formasi Indonesia Satu)

Istilah "salawi" di sini tidak merujuk ke faham, suku atau agama apapun. "Salawi" adalah istilah lain dari `Jokowi haters` yang kepanjangannya adalah "apa-apa salah Jokowi". Sampai ada guyonan di tengah masyarakat "sendal ilang di mesjid pun salah Jokowi".

Guyonan itu bukan tanpa alasan, karena memang  ada sekelompok orang yang sedemikian bencinya, sehingga dalam mimpi pun mungkin mencaci maki Jokowi. Mungkin tiap bangun tidur yang mereka rasakan kebencian pada Jokowi. Pokoknya Jokowi adanya jelek dan salah thok. Mungkin lho!

Advertisement

Baca juga: Mahfud MD: yang Diputuskan KPU Tak Bisa Diubah dengan Hak Angket

Kaum "salawi" ini terdiri dari beberapa kelompok lagi, anggaplah kelompok besar. Pertama adalah kaum radikal yang gerak-geriknya selama pemerintahan Jokowi tidak lagi leluasa, bahkan FPI dan HTI dibubarkan di era Jokowi.

Kelompok kedua adalah barisan sakit hati, yaitu mereka yang pernah dicopot dari jabatannya oleh Jokowi (termasuk yang kemarin ikut nyapres itu tuh), atau yang pernah mendapat jabatan sampai selesai tapi kemudian tidak menjabat lagi di periode kedua Jokowi, lalu para gelandangan politik yang sudah tidak laku dan hanya bisa nebeng beken dan kepentingan termasuk `nyanthol` ke salah satu capres.

Advertisement H Ristanto Wahyudi

Barisan sakit hati itu sekarang nambah lagi, yaitu pihak capres dan pengusungnya yang tidak didukung Jokowi, lalu kalah telak dan menjadi "juru kunci".

Kelompok ketiga adalah mereka yang badannya hidup di masa kini, tapi pikirannya ketinggalan di masa lalu. Yaitu mereka yang berpikir presiden di masa sekarang punya power untuk mengontrol dan menentukan segalanya seperti Soeharto di masa orde baru.

Kelompok ini entah tidak tahu atau lupa bahwa Jokowi terpaksa membatalkan proyek bandara Buleleng - Bali karena di tentang Megawati. Jokowi juga seolah tak berdaya saat hajatan Piala Dunia U20 di Indonesia batal akibat ulah partai pengusungnya sendiri, yaitu PDIP. Jokowi juga tidak mampu mengegolkan RUU Pembatasan Uang Kartal dan RUU Perampasan Aset karena ditolak mentah-mentah oleh DPR dan mereka lebih patuh pada ketua parpol soal kedua RUU itu.

Advertisement

Baca juga: Dampingi Kunker Jokowi, AHY: Pemimpin Aktif, Bukan Hanya di Balik Meja

Belum lagi bicara soal lembaga eksekutif dan yudikatif serta lembaga-lembaga lainnya yang berfungsi sebagaimana mestinya dan independen, termasuk KPU, Bawaslu dan DKPP. Tidak seperti di era Soeharto.

1
2
3
Berikutnya
TAG:
fis
jokowi
pilpres
hak angket
pemilu
Formasi Indonesia Satu
H Ristanto Wahyudi
Jaro Ade

Berita Terkait
1
2
3
4
5
6
7

Ketua DPD BPAN LAI Sumsel Apresiasi Kinerja Polres Banyuasin Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis..

Sumsel   Sabtu, 20 Apr 2024  21:38

Konsolidasi Ratusan Relawan Kang Asep Japar Bakal Calon Bupati Sukabumi 2024-2029

Jabar   Sabtu, 20 Apr 2024  20:40

Polres Musi Rawas Gelar Rikmin Awal Calon Akpol 2024, Kapolres : Jangan Percaya Oknum yang..

Sumsel   Sabtu, 20 Apr 2024  15:35

Ciptakan Sejarah, UIN Raden Fatah Palembang Kukuhkan 9 Guru Besar

Sumsel   Sabtu, 20 Apr 2024  15:09

Baznas kota Palembang Melakukan Survei Penerima Manfaat Bantuan Program RTLH Di Keramasan Kertapati..

Sumsel   Sabtu, 20 Apr 2024  14:48

Dugaan Pria Beristri Gauli Seorang Pelajar, Kini Resmi Dilaporkan Ke Mapolres Muaro Jambi

SUMSEL   Sabtu, 20 Apr 2024  10:17

Aspirasi masyarakat disampaikan Pada Jum`at Curhat bersama Kapolda Sumsel

SUMSEL   Sabtu, 20 Apr 2024  07:32

Penandatanganan Pakta Integritas Dan Pembacaan Sumpah,Penerimaan Polri 2024

SUMSEL   Sabtu, 20 Apr 2024  07:14

Cara mengurus Pindah domisli Kekota Tangerang

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  22:03

Jual Aset Batanghari 9, Kejati Sumsel Lakukan Tahap II Terhadap Tersangka Oknum Notaris

SUMSEL   Jumat, 19 Apr 2024  20:22

Oknum kepala dinas pendidikan kabupaten OKU Timur,diduga korupsi DANA DAK tahun 2019 dan 2020..

SUMSEL   Jumat, 19 Apr 2024  17:02

FORKOPIMCAM Cisolok Inisiasi Operasi Semut Di Pantai Karanghawu Pasca Libur Lebaran

JABAR   Jumat, 19 Apr 2024  13:33

Pemilihan Duta Wisata Mojang Jajaka Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2024

JABAR   Jumat, 19 Apr 2024  09:08

Pemkot Kota Tangerang, bersama Forkopimda rapat bahas Saber Pungli

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  07:34

Pelaksanaan PPDB Tahun Ajaran 2024-2025 SMA,SMK dan SLB Negeri Mengacu Pada Permendikbud Nomor..

SUMSEL   Jumat, 19 Apr 2024  07:28

Polri Buka Penerimaan Anggota Baru, Catat Tanggal dan Syarat Pendaftarannya!

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  07:07

Satreskrim Polres Banyuasin bersama Tim opsnal Polsek Muara Telang Berhasil menangkap pelaku..

SUMSEL   Jumat, 19 Apr 2024  07:00

Apel pagi,Dindikbud Prov. Banten Gelar Halal Bi Halal

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  06:57

Satpol PP Kabupaten Tangerang Bantu Pengamanan Haul Akbar di Cilongok

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  06:23

Siap-siap, Pemkot Tangsel Mulai Rapihkan 5 Ruas Jalan dari Kabel Menjuntai

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  06:17

Pemkot Tangsel Bangun Tandon dan Turap Atasi Banjir

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  06:06

Pemkot Tangerang siapkan Skenario Penataan Pasar Sipon Cipondoh

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  05:55

Kuota Uji Labotarium Produk IKM di Kota Tangerang, Gratis

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  05:39

Cara pembuatan KTP-el secara Online dan Offline di Kota Tangerang

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  05:22

Antisipasi Wabah PMK, DKP Kota Tangerang Masifkan Pemberian Vaksin hingga Vitamin pada Hewan..

BANTEN   Kamis, 18 Apr 2024  23:33
Selengkapnya
Bagikan Facebook
Bagikan X
Bagikan Whatsapp
Bagikan Telegram
Copy Link