Isu Ijazah Palsu Jokowi, FIS: Propaganda Jahat a la Nazi
Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Dewan Pembina Formasi Indonesia Satu Airlangga Hartarto
Rabu, 16 Apr 2025 12:23
Aditya mengatakan propaganda jahat itu akan terus dihembuskan, dengan berbagai maksud dan tujuan sesuai dari kelompok mana mereka berasal.
“Mereka tidak satu, namun bisa bersatu karena memiliki kepentingan yang sama yaitu menjatuhkan kredibilitas Pak Jokowi, sampai dengan upaya menjauhkan antara Pak Presiden Prabowo dengan Pak Jokowi,” kata dia.
Propaganda jahat seperti itu, kata Aditya, harus direspons atau di-counter seperlunya saja, tapi jangan sampai terlalu menyita energi.
“Kita bisa juga melihatnya dari sisi hiburan. Oh, ternyata kita ngga bodoh-bodoh amat ya, karena masih banyak manusia yang lebih bodoh dari kita karena bisa termakan oleh propaganda jahat,” pungkasnya sambil tertawa.
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
SUMSEL | 30 menit lalu
Puluhan Warga Ulak Pianggu dan Keman Baru Setop Alat Berat PT Kelantan Sakti 3, Sengketa...TNI-POLRI | 60 menit lalu
Ini pesan Prabowo saat lantik 1.177 Perwira TNI-Polri JABAR | 3 jam lalu
Sinergi KKP dan Pemangku Kepentingan Diperkuat, Sukabumi Disiapkan Jadi Pilot Project...


