Isu Hak Angket "Ejakulasi Dini", Nafsu Besar Tenaga Kurang
PDIP sebagai parpol parlemen terbesar belum pernah menyatakan sikap secara resmi, kecuali sekedar inisiatif pribadi sebagian anggota DPR dari PDIP, mirip dengan pernyataan Puan Maharani di bulan November 2023 bahwa kritik Ganjar kepada Jokowi tidak mewakili PDIP.
PPP jauh-jauh hari sudah memperlihatkan keengganannya. Hanya PKS dan PKB yang masih cukup lantang.
Nasdem? Sejak awal sikap Nasdem ambigu atau sedang menimbang-nimbang dengan melempar bola "menunggu PDIP". Lalu dengan pernyataan resmi Nasdem semalam yang menerima hasil pemilu serta memberi selamat pada Prabowo-Gibran, boleh dikatakan nasib hak angket "game over".
Hak angket yang akan diperalat untuk memaksakan kehendak melalui metode keroyokan (harus dibawa ke rapat paripurna yang dihadiri 50% + 1 anggota DPR RI, dan disetujui oleh 50% + 1 dari yang hadir) hampir dapat dipastikan gagal total. Nafsu besar itu sangat kekurangan tenaga.
Kini isu hak angket yang ditunggangi isu pemaksuzul, ditambah teriakan "curang-cureng" tanpa pernah bisa dibuktikan itu panggungnya tinggal melaluii demo berjilid-jilid.
Biarlah para pembenci Jokowi, barisan sakit hati itu demo sepuasnya, sampai nafsu mereka terpuaskan. Biarkan saja nafsu hak angket mencapai ejakulasinya, ejakulasi dini.
Penulis: Muhammad Syafei (Dewan Pendiri Formasi Indonesia Satu)


