Insiden Pilot dan Co-Pilot Batik Air Tertidur Bersamaan saat Terbang, Begini Penjelasan KNKT

Insiden Pilot dan Co-Pilot Batik Air Tertidur Bersamaan saat Terbang, Begini Penjelasan KNKT
Ilustrasi pesawat Batik Air.
NASIONAL
Sabtu, 09 Mar 2024  13:44

Pada ketinggian 22.000 kaki, pesawat melanjutkan pendakian menuju 36.000 kaki. Saat tanda sabuk pengaman dimatikan, awak kabin sempat membagikan makanan ringan kepada penumpang, termasuk kedua pilot pun mendapatkannya.

Pada ketinggian 36.000 kaki ini, kedua pilot melepas headset dan menyalakan speaker kokpit dengan kencang. Kemudian pilot meminta izin kepada co-pilot untuk istirahat sejenak, dan dikabulkan. Selanjutnya, tugas pilot pengawasan diambil alih juga oleh co-pilot.

Pilot kemudian sempat terbangun dan menanyakan kepada co-pilot apakah ingin istirahat, namun dijawab dengan tidak mau. Kedua pilot kemudian sempat berbincang sekitar 30 detik hingga pilot melanjutkan tidurnya.

Co-pilot dalam keadaan ini memegang tugas sebagai pilot terbang dan pilot pengawas. Co-pilot kemudian meminta kepada ATC Makassar untuk berpindah ke 275 derajat dan disetujui. Co-pilot kemudian berkomunikasi dengan awak kabin menanyakan kondisi penumpang setelah pesawat mengalami turbulen dan awak kabin menjawabnya oke.

Co-pilot kemudian meminta kepada ATC Makassar untuk bergeser ke 250 derajat. ATC Makassar kemudian mengintruksikan co-pilot menghubungi ATC Jakarta. Saat itu co-pilot mendapat instruksi menuju waypoint KURUS yakni di timur laut bandara.

Namun saat itu, pesawat ID6723 terbang dengan arah 250 derajat dan berada di sebelah timur titik seharusnya. Sekitar 1 menit setelah kontak dengan petugas ATC, co-pilot secara tidak sengaja tidur. Sehingga kondisi menjadikan kedua pilot seluruhnya tertidur bersamaan.

ATC Soekarno Hatta berusaha melakukan komunikasi dengan kedua pilot Batik Air tersebut. Namun, tak ada respons sampai dengan sekitar 28 menit. Saat itu pilot terbangun dan menyadari pesawat terbang tidak sesuai jalur yang benar.

"Pilot kemudian melihat co-pilot itu tertidur dan membangunkannya," tulis KNKT.

Pilot kemudian menyampaikan kepada ATC bahwa radio pesawat mengalami masalah sehingga tidak merespons panggilan. Beruntung pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno Hatta tanpa kerusakan dan tidak penumpang luka.

<<
1
2
3
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#batik air
#pesawat
#pilot
#knkt
#bandara soetta
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita