Gagal Panen, Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah ST Berikan Perhatian Kepada Petani
Begitu halnya dengan permasalahan petani yang kesulitan mendapatkan pupuk. Menurut Bupati, penambahan kuota pupuk bersubsidi juga tidak akan mengatasi masalah. Namun, perlu dicarikan solusi dengan menggunakan pupuk alternatif, yakni pupuk organik.

"Melalui Program food estate dan bantuan pengolahan tanah, akan menjadi desa percontohan," tegasnya.
Bupati juga prihatin dengan masyarakat yang mengalami gagal panen, dari areal seluas lebih dari 60 hektar hanya ada 13 hektar yang tercover dalam asuransi pertanian. Untuk itu, pihaknya akan mendorong perluasan cakupan asuransi pertanian. Sehingga areal pertanian yang terdampak gagal panen ataupun bencana akan mendapatkan ganti rugi.
"Kedepan, asuransi akan diperluas lagi. Saya harap petani dapat bersabar. Dengan adanya usaha dan kerjasama dengan pemerintah akan dapat menyelesaikan masalah ini," harapnya.
Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Ir Tubagus Sunarseno M.Si menambahkan, pihaknya melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) telah berupaya menanggulangi serangan hama tikus. Menurutnya, tidak serempaknya masa tanam menjadi salah satu penyebab terjadinya serangan hama tikus.
"Upaya pemberantasan hama tikus sudah dilakukan melalui gerakan bersama pemberantasan hama tikus, dan kami mendorong petani untuk ikut asuransi," paparnya.
Petani dari Desa Kumpul Rejo, Sugiyo menjelaskan, banyak kendala yang dialami para petani. Salah satunya, tidak kompaknya musim tanam. Untuk itu, diharapkan adanya pembinaan dari pemerintah daerah, agar musim tanam dapat kompak.



