Forum Masyarakat Berdaya (FMB) Menggelar FGD Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Ngorok Pada Hewan Ternak
Upaya pengendalian adalah dengan menetapkan pejabat otoritas veteriner (POV) tingkat provinsi dan kabupaten kota. Kemudian mengeluarkan surat edaran pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan.
Selanjutnya mengoptimalkan pendampingan petugas teknis peningkatan produksi peternak serta distribusi obat-obatan multivitamin desinfektan dan logistik.
Upaya pengendalian juga dilakukan dengan vaksinasi pada hewan sehat yakni distribusi vaksin SE 9.800 dosis, realisasi vaksin SE (iSIKHNAS) 6.747 dosis. Pelaksanaan pengobatan kuratif dan suportif, serta pelaksanaan dekontaminasi dan desinfeksi wilayah sekitar kandang.
Selanjutnya, bekerjasama dengan disposal hewan mati menggunakan alat berat atau excavator. Pengetahuan lalu lintas oleh POV untuk keluar masuknya hewan atau produk hewan atau media pembawa penyakit hewan dengan prinsip manajemen risiko.
"Kolaborasi antar stakeholder perangkat desa kelompok ternak untuk akses sumber pendanaan daerah," katanya.
Lebih lanjut Ruzuan Effendi mengatakan, banyak faktor yang sebabkan kerbau rawa yang belum lama ini banyak yang mati di OKI tersebut. Salahsatunya itu terkait kebiasaan lepas liar hewan ternak ini oleh masyarakat. Dengan kata lain, hal tadi menyebabkan hewan ternak tersebut akan sangat rentan terkena penyakit.
" Di dalam kandang saja, potensinya masih ada apalagi yang dilepas liarkan begitu saja oleh pemiliknya, sehingga hal ini membuat ternak menjadi rentan terserang penyakit dan salahsatunya penyakit ngorok akibat bakteri SE. Untuk itu, kita juga himbau bagi pemilik ternak atau peternak untuk terapkan pola Pengandangan.
Sehingga bisa dapat terus mengontrol kesehatan termasuk juga pakan yang diberikan. Jangan hanya diberi karbohidrat saja, tapi pastikan protein serta vitamin juga seimbang," ulasnya.
Tidak hanya, untuk mengantisipasi semua hal tersebut terulang, pihaknya juga mulai mewajibkan peternak untuk memvaksinasi hewan ternak miliknya. Baik itu yang berada di kandang maupun yang dilepas liar. Untuk itu, program vaksinasi ini dilakukan secara serentak dengan melibatkan stakeholder terkait dan peternak atau pemilik hewan tadi. Hanya saja, karena jumlahnya yang terbatas, kemungkinan akan ada biaya.


