Mahasiswa UMA putera kepala desa tewas di kontrakan, keluarga minta keadilan

Mahasiswa UMA putera kepala desa tewas di kontrakan, keluarga minta keadilan
 
HUKUM
Minggu, 16 Nov 2025  00:09

"Hari Kamis sekitar pukul 10.15 WIB kebetulan saya mau ngirim uang kuliahnya, tapi nggak dijawab. Saya merasa resah, lalu menghubungi kakaknya yang kebetulan di Medan. Dialah yang pertama kali melihat kondisi rumah. Ternyata di dalam rumah anak saya sudah meninggal dunia dan rumah berserakan darah," ujar Johar dengan suara bergetar.

Johar menduga kuat anaknya menjadi korban pembunuhan disertai perampokan. Dugaan itu muncul setelah ia melihat sejumlah luka penganiayaan pada tubuh anaknya.

"Gigi rontok, leher ditusuk, wajah, tangan lembam-lembam. Motor hilang, handphone, ATM, STNK hilang semua," ungkapnya.

Jasad Bonio ditemukan oleh kakak kandungnya pada Jumat (14/11/2025) malam, tergeletak bersimbah darah dengan banyak luka tusuk. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Patumbak.

Pihak Polsek Patumbak dan tim Jatanras Polrestabes Medan telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga tengah menelusuri jejak pelaku dan barang-barang korban yang hilang.

Keluarga berharap proses pengungkapan berjalan cepat.

“Kami mohon polisi segera menangkap pelaku yang tega melakukan ini,” kata Johar.

<<
1
2
Tampilkan Semua
TAG:
#pembunuhan
#perampokan
#medan
#sumut
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita