Era "Kebenaran Rasa-rasanya" di Balik Hiruk Pikuk Dunia

Era "Kebenaran Rasa-rasanya" di Balik Hiruk Pikuk Dunia
 
POLITIK
Selasa, 05 Mar 2024  18:17

Jadi, di saat orang menyebarkan informasi abal-abal, kita juga bisa menyebar informasi yang bisa dipertanggung jawabkan. Di saat yang lain menebar kebencian, ya kita bisa sebarkan cinta dan kasih sayang. Di saat tetangga meniupkan pesimisme, ya kita hembuskan optimisme. Di saat teman mau memecah belah, di saat yang sama kita bisa menyerukan persatuan. Di saat yang lain menyuarakan permusuhan, ya kita kampanyekan perdamaian, dan seterusnya, dan sebagainya.

Bahkan ada sisi positif lain dari kemajuan teknologi saat ini, yaitu dunia yang semakin egaliter (kesetaraan manusia). Sudah semakin tipis sekat antar kelas-kelas, yaitu saat omongan pakar bisa kita lihat tidak lebih berkelas dari omongan di pasar. Saat obrolan 'talk show' di tivi-tivi tidak lebih bermutu ketimbang obrolan warung kopi.

Bagi yang kenal secara pribadi atau sudah lama berteman dengan saya di medsos, pasti tahu saya sering omong "era orang besar sudah selesai, sekarang eranya kesadaran kolektif". Ya itu adalah peluang atau kemungkinan di sisi lain di era kemajuan teknologi informasi selain fenomena post-truth.

Jadi, begitupun dengan berbagai macam hiruk pikuk dunia, termasuk hiruk pikuk politik di tanah air belakangan ini terkait pemilu dan pilpres. Boleh diikuti dan dicermati dengan sepenuh hati, tapi jangan sepenuh jiwa. Agar dampak terburuknya hanya sakit hati, bukan sakit jiwa.

Haha ..

<<
1
2
Tampilkan Semua
TAG:
#post truth
#pemilu
#pilpres
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita