Dugaan Penipuan dengan Modus Sediakan Sepeda Listrik dan Akses ke TMII Ditangani Aliansi Indonesia
Agustinus menambahkan bahwa warga yang mengadu ke LAI itu memiliki ikatan historis dengan TMII, khususnya pada era Presiden Suharto.
"Mereka bukan sekedar putra daerah, namun juga memiliki ikatan historis. Dulu orangtua atau kakek-kakek mereka merelakan tanahnya dibayar sangat murah, bahkan ada yang dihibahkan. Makanya mereka ini dulunya mendapat perlakuan khusus," jelasnya.
Namun setelah TMII diambil alih pemerintah dan pengelolaannya oleh swasta perlakuan khusus itu dicabut. Pihak TMII khususnya pemerintah seperti enggan melakukan pembinaan.
"Yang sangat kami sesalkan mereka yang sulit berdagang di TMII hanya sekedar untuk menyambung hidup itu, dari laporan yang kami terima sering mendapat perlakuan kekerasan oleh petugas keamananan TMII," imbuh Agustinus sambil memperlihatkan salah satu rekaman video tindak kekerasan oleh petugas keamanan terhadap warga di Anjungan Sulawesi Tenggara.
"Jadi ada tiga yang sedang kami tangani, dugaan penipuan, dugaan tindakan kekerasan yang kerap dilakukan oleh petugas keamananan TMII dan ketidak berpihakan pihak TMII serta pemerintah dalam menghidupkan dan membina para pedagang kecil," pungkasnya.


