DPD LLMB Kab. Pelalawan sampaikan aspirasi warga Pelalawan langsung bersama Ketua DPRD Kab. Pelalawan
Sebelumnya Baharudin berterima kasih kepada kawan-kawan dari LLMB cukup ramai datang ke kantor DPRD bukan hanya dari kab. Pelalawan tapi juga dari Kab. Siak dan kabupaten lain sebagai wujud kepedulian terhadap solidaritas kejadian kemarin dan dengan adanya aksi seperti ini kami ucapkan Terima kasih karena sudah melakukan aksi dengan tertib yang tentunya akan ditindak lanjuti di DPRD.
Yang pertama, memang berkaitan masalah kecelakaan kerja kita dari awal saat kejadian 35 orang sudah ditinjau di Rumah Sakit dan sudah juga disampaikan kepada komisi 1 untuk ikut meninjau kesana dan nanti dari muara semua masalah tentang kecelakaan kerja, komisi 1 akan ada rapat dengar pendapat dengan pihak perusahaan RAPP dan nantinya akan dibuka seperti apa kejadiannya serta diminta tentunya perusahaan mentaati apa hasil penyelidikan yang dilakukan Disnaker provinsi Riau sebab kewenangannya ada di Disnaker provinsi Riau dimana tadi sudah diundang untuk disampaikan disini, mereka menyampaikan beberapa catatan yang belum ada dalam proses BAP.
Yang kedua berkaitan dengan masalah lingkungan, masalah lingkungan juga sama yakni sudah diminta ke komisi 2 untuk mengawal terhadap masalah tersebut dan sudah dikomunikasikan dengan DLH Kabupaten untuk melihat apa yang sesungguhnya terjadi di kejadian kemaren itu.
"kita minta juga nanti hasil uji lab untuk dibuka di publik yang akan keluar tanggal 15 Maret 2023, kita tunggu saja dan komisi 2 sudah merencanakan menindak lanjuti rapat dengar pendapat dengan pihak-pihak terkait hasil lab tersebut", imbuhnya.
Dan untuk masalah lahan SMP lalang kabung terkait RAPP yang tidak dapat membantu menghibahkan lahan tersebut sudah ditinjau ke lokasi dan tentunya yang lebih berwenang yakni Dinas Pendidikan yang diyakini Bupati Pelalawan tidak akan tinggal diam untuk masalah ini apalagi lahan tersebut sangat dibutuhkan dalam rangka pendidikan masyarakat dan diharapkan RAPP dapat menghibahkan lahan tersebut.
"Terakhir, kepada LLMB untuk terus mengawal masalah ini karena demi kepentingan pendidikan anak-anak kita juga", tutupnya.
Sementara itu, Panglima Datin Rhima yang berada di luar gedung DPRD Kab. Pelalawan bersama ratusan Anggota DPD LLMB kab. Pelalawan terus menyuarakan aspirasinya dimana dalam orasinya menyatakan bahwa selama ini tidak memiliki wakil rakyat dan merasa masih terzolimi.
"Indonesia sudah merdeka tapi kami belum merdeka, kami masih di jajah di negeri sendirisendiri. Dimana suara kalian wahai anggota dewan yang kami pilih", ujarnya. (Ms)


