Diungkap, Praktik Pemerasan, Kekerasan hingga Pelecehan Seksual oleh Dokter Senior saat PPDS
Sementara itu, Nafa Urbach anggota Komisi 9 menyoroti perihal kasus kekerasan dan pelecehan seksual dalam dunia layanan dan pendidikan kesehatan yang sedang marak saat ini.
Ia mempertanyakan seperti apa mekanisme awal terhadap dokter calon peserta PPDS, untuk bisa mendeteksi potensi risiko terjadinya perilaku kekerasan atau pelecehan seksual.
“Soal deteksi dan pencegahan di institusi pendidikan, bagaimana mekanisme skrining awal terhadap calon peserta PPDS untuk mendeteksi potensi risiko perilaku kekerasan atau pelecehan,” kata Nafa, dikutip dari akun Instagram pribadinya, @nafaurbach, Jumat (2/5/2025).
“Lalu sejauh mana universitas dan rumah sakit pendidikan mengawasi interaksi antara residen, senior, dan staf medis dalam kesehariannya,” tambahnya.
Nafa juga mempertanyakan Menkes Budi soal sistem pengaduan dan penanganan kasus, apakah di setiap rumah sakit pendidikan punya prosedur atau Standard Operating Procedure (SOP) terkait hal ini.
“Sejauh mana efektivitas saluran pengaduan, apakah ada perlindungan terhadap korban, agar tidak mengalami pembalasan. Karena kan yang sudah-sudah biasanya kalau mengadu terus mendapatkan intimidasi ya. Memang kalau di negara kita ini no viral no justice,” tegas Nafa.
Banyaknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual dalam pelayanan dan pendidikan kesehatan saat ini, menurut Nafa membutuhkan penanganan dengan penegakan hukum yang jelas serta tegas.
“Perlu ada regulasi yang jelas dan penegakan hukum tegas untuk mencegah dan mengatasi praktik kekerasan dan pelecehan seksual, utamanya dalam pelayanan dan pendidikan kesehatan. Ini demi menciptakan dunia layanan dan pendidikan kesehatan yang aman dan nyaman bagi semua,” tutup Nafa Urbach.


