Pengemudi mobil mewah yang tewas tertimpa pohon ternyata mantan bos Danareksa, ini profil singkatnya
Bagi kalangan profesional pasar modal, nama Harry Nugroho Prasetyo Danardojo bukanlah sosok asing. Pria yang dikenal berintegritas tinggi ini adalah alumnus Pangudi Luhur (PL) angkatan 1984, yang dikenal cemerlang sejak masa sekolah.
Kariernya mulai bersinar pada awal tahun 2000-an, ketika ia dipercaya bergabung dalam jajaran manajemen puncak PT Danareksa (Persero) — BUMN yang berperan penting dalam pengembangan pasar modal Indonesia.
Sebagai Managing Director, Harry turut memimpin restrukturisasi besar-besaran Danareksa pasca krisis ekonomi 1998.
Kala itu, perusahaan tengah berjuang menghadapi tekanan akibat portofolio aset bermasalah dan kerugian besar.
Dalam sebuah wawancara lama, Harry pernah menyebut bahwa pada 2001 Danareksa mencatat kerugian sekitar Rp495 miliar, sebagian besar akibat pencadangan aktiva tak produktif.
Namun, berkat langkah efisiensi, restrukturisasi, dan pembenahan tata kelola yang ia dorong, Danareksa berhasil keluar dari masa krisis dan kembali stabil.
Profesional Visioner dan Mentor Bagi Generasi Muda
Selain kiprahnya di pasar modal, Harry MP Danardojo juga dikenal sebagai pemimpin visioner yang aktif dalam sektor keuangan, energi terbarukan, transportasi, dan logistik.
Ia memiliki keahlian strategis di bidang corporate planning, policy analysis, hingga merger & acquisition (M&A). Di kalangan profesional muda, sosok Harry dihormati sebagai mentor dan penasihat berpengalaman.


