Buntut Konflik Dengan Warga, PT Fellycia Farm Indo Diduga Kriminalisasi Warga
"Kurang lebih satu minggu, mereka menunggu tidak kunjung juga ada kejelasan dari perusahaan, dan puncak nya warga kembali melakukan aksi memportal jalan setelah mengetahui bahwa warga yang ingin bekerja kembali tidak dipekerjakan oleh perusahaan, waktu itu aktifitas perusahaan sudah berjalan normal dengan dugaan menerima pegawai dari luar wilayah kami, Kisaran 8 (delapan) hari warga memportal jalan," Jelasnya.
"Sampai akhirnya pihak perusahaan kembali menemui warga, waktu itu manajer lagi yang datang ke warga, meminta agar portal di buka, dengan janji periode selanjutnya warga sini yang akan dipekerjakan di perusahaan, warga yang sudah kecewa, mengacuhkan permintaan dan penawaran manager perusahaan itu," Imbuh JI
"Portal ini mau di buka apa engga, tanya Manajer ke warga
"enggak," Jawab Warga
"Oh yau dah kalau ga mau di buka, saya serahkan semuanya ke perusahaan," jawab Manajer agak kesal sambil pergi menuju perusahaan.
"Akan tetapi warga kami masih punya toleransi ke perusahaan, setelah berlalunya manajer perusahaan itu, warga berunding tanpa diketahui perusahaan, hasil perundingan itu seluruh warga sepakat untuk membuka portal, dan menunggu periode selanjutnya apa bener warga kami dapat bekerja apa engga di perusahaan itu." Ujar JI
Akan tetapi perusahaan melalui manajernya mengambil langkah lain, warga dilaporkan ke Polda Banten, salah satu nya saya sendiri, ini kali ketiga saya memenuhi panggilan di Polda Banten, sebenarnya warga ada yang mau ikut bersama mendampingi kita, ada sekitar 70 orang dari kampung saya doang, tapi kami tidak izinkan." Imbuhnya
Pendapat Lembaga Aliansi Indonesia Kab Serang
Di sisi lain, pengurus Lembaga Aliansi Indonesia Kab Serang, Repiana mengatakan, "saya sangat menyayangkan dugaan kriminalisasi perusahaan ke warga yang menuntut haknya, memang itu hak Perusahaan melaporkan langsung ke Kepolisian, tapi harusnya pihak perusahaan lebih mementingkan asas kekeluargaan, menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah duduk bersama antara perusahaan dengan masyarakat sekitar itu lebih baik, takut ada hubungan yang tidak harmonis antara perusahaan dan warga." Ujar Repiana.

