Boyolali Ada Tempat Wisata Baru Lho ? Embung Belek Lencung Namanya. Spanduk Unik: "Janji Tanpa Bukti Adalah Tai"
Kemudian tidak hanya itu saja, terdapat lima kubangan lain yang juga berisi kotoran ayam di tepi jurang.
Soal temuan itu sudah pada dasarnya juga sudah dilaporkan ke pihak pemerintah desa dan dinas terkait. Untuk sementara, kubangan ditutup plastik ada juga yang diberi kapur untuk mengurangi bau.
“Jika ditimbun dengan tanah juga tidak bisa. Limbah kotoran berbentuk cair. Awal Lebaran, bau limbah sedikit berkurang. Tapi pas Lebaran ketupat, (Sabtu 29/4), turun hujan, baunya menyengat lagi. Padahal saat itu pas ramai-ramainya, dayoh e akeh (tamunya banyak, red),” bebernya. Kami harap dari dinas turun tangan membantu kami. Harusnya dinas berani menindak,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali Suraji menuturkan, sudah ada upaya penanganan dari pihak pengusaha peternakan ayam dengan menambahkan kapur atau gamping untuk mengurangi bau.
Lanjutnya, hanya saja terkait cara tersebut belum efektif. Bau menyengat masih ada meskipun tidak seperti saat Ramadan lalu.
“Kami akan komunikasi lebih lanjut dengan pihak pengusaha untuk penanganannya,” jelasnya. (ras/awi)


