Benarkah Polri Prank Anggotanya Sendiri dengan Ticket Holder SIP? Kapolri Diminta Turun Tangan
"Tidak responsnya Pimpinan Polri untuk masalah anggotanya ini mungkin disebabkan banyaknya tugas yang Bapak-bapak Pimpinan Polri laksanakan sehingga luput dari pandangan," lanjut sumber tersebut.
Mereka berharap jajaran Pimpinan Polri khususnya Kapolri mempertimbangkan dan memikirkan serta berempati dengan nasib mereka dan keluarganya yang mana sampai saat ini (dan kedepan) pun telah menjadi Bulliying atau bulan-bulanan pembicaraan serta masih menjadi trending topic di instusinya, khususnya di kesatuannya masing-masing.
Bahkan Ke-15 anggota Polri itu dianggap korban Prank, Hoax, surat palsu ataupun dibodohi oleh oknum yang tidak jelas.
"Dalam hal ini kami meminta penjelasan dan kejelasan. Jika memang itu Prank/Hoax, surat palsu itu ya harus diusut tuntas agar kejadian ini tidak terulang kembali siapa oknum yang telah berani merekayasa surat Tambahan Ticket Holder, tanda tangan pimpinan Polri dan memalsukan Cap Tri Brata yang merupakan Simbol Tertinggi di Polri," imbuhnya.
Begitupun jika dibatalkan, mereka dan keluarga perlu dikasih klarifikasi kenapa??? sehingga jelas pimpinan mana yang membatalkan dan apa alasannya. Serta dipikirkan dan dipertimbangkan juga dampak dari pembatalan surat itu terhadap 15 anggota Polri tersebut dan keluarga besarnya.
"Kemudian jika benar namun namun disenyapkan, kami meminta empati dan keadilan untuk kami ke 15 anggota tersebut agar Tambahan Ticket Holder dapat direalisasikan. Jika memang sudah tidak memungkinkan di tahun ini, setidaknya kami diprioritaskan untuk tahun berikutnya," lanjutnya.
Mereka berharap solusi terbaik dari Pimpinan Polri, khususnya Kapolri atas permasalahan tersebut.
"Kepada siapa lagi kami selaku anggota Polri berharap yang bisa menyelesaikan masalah ini selain kepada Jajaran Pimpinan Polri dan BapakKapolri??" pungkasnya.

