Kronologi Tragedi Penyiksaan Prada Lucky yang Beredar: Penganiayaan oleh 20 Oknum TNI
“Saya datang, saya bisikkan di telinga anak saya, dan dia memberontak seolah tahu ibunya hadir. Namun, tubuhnya penuh luka, memar di kaki, di tangan, di depan dan belakang badan. Lucky sempat menceritakan situasi yang dialaminya. Dia dipukul, dicambuk, dan disulut dengan api rokok oleh senior dan pimpinannya. Hati saya hancur melihatnya,” ujar Sepriana dengan suara bergetar.
Ia mengungkap, sebelum kritis, Lucky sempat mengadu kepada salah satu kerabatnya di Ngada bahwa ia disiksa dengan cambuk oleh senior-seniornya.
Luka-lukanya sempat diberi kompres air hangat, tetapi kekerasan tetap berlanjut.
“Saya rela dan bangga kalau anak saya gugur di medan perang demi negara, tetapi saya tidak bisa terima anak saya mati dianiaya oleh orang-orang yang seharusnya melindungi dan membimbingnya,” tegas Sepriana.
Ia menuntut agar semua pelaku dihukum berat tanpa pandang bulu.
“Bukan hanya empat orang, tetapi 20 orang lebih yang terlibat. Hukum seberat-beratnya, pecat, dan beri hukuman mati. Kami sudah kehilangan nyawa anak kami,” pungkasnya.


