Kronologi Tragedi Penyiksaan Prada Lucky yang Beredar: Penganiayaan oleh 20 Oknum TNI
Hanya selang beberapa menit setelah tiba di markas, sekitar pukul 11.05 Wita, sejumlah senior mendatangi kantor Staf Intel Yonif TP 834/WM membawa selang dan memukuli Lucky secara bergantian.
Pemukulan berlangsung di hadapan personel satuan, menambah luka fisik dan mental pada tubuh prajurit muda itu.
Meski ada perintah dari Danyonif Letkol Inf Justik Handinata kepada bawahannya untuk tidak melakukan kekerasan, pemukulan terhadap Lucky berlanjut.
Pada Rabu (30/7/2025) dini hari, empat prajurit kembali menghajarnya di rumah jaga kesatrian.
Akibat kekerasan berulang itu, kondisi Lucky memburuk. Pada Sabtu (2/8/2025), ia muntah-muntah dan akhirnya dirujuk ke RSUD Aeramo dengan hemoglobin rendah.
Sempat membaik pada Minggu (3/8/2025), kondisinya kembali kritis pada Senin (4/8/2025) malam dan harus masuk ICU. Ia mengembuskan napas terakhir pada Rabu (6/8/2025) pukul 11.23 Wita.
Ibunda Lucky, Sepriana Paulina Mirpey, membenarkan isu kronologi yang tersebar di media sosial.
Ia menuturkan bagaimana Lucky sempat menceritakan garis besar terkait penganiayaan yang diterimanya dari para senior dan pimpinannya.
Sepriana masih mengingat jelas detik-detik terakhir ketika anaknya kritis di ruang ICU.

