Alun-alun Hadimulyo, Air Beriak Tanda Berenang
Terkait kolam renang yang juga adalah bagian dari alun-alun, Kades Karyanto juga mengatakan kalau keberadaannya sudah diawali sejak 2019 dan dibuka pertama kali pada saat tahun baru. Namun lagi-lagi, keadaan itu tidak berlangsung lama akibat Pandemi Covid-19. Baru setelah level pandemi benar-benar dinyatakan turun, kolam renang ini pun perlahan dibuka kembali dengan jadwal tiga hari setiap minggu.
"Selain hari Minggu, kami biasa buka pada Rabu dan Sabtu tapi untuk kedua hari ini,
pengunjung tidak terlalu membeludak," jelas Karyanto.
Sekretaris Desa Hadimulyo, Sutrisno, yang datang tak lama berselang menjelaskan bahwa, meski kolam ini ada dua titik untuk usia dewasa dan anak-anak, namun tiket masuknya sengaja dibuat sama.
"Biar memudahkan," kata Sutrisno. "Tiketnya dibandrol sepuluh ribu per orang, tanpa dibatasi usia."
Langit masih mendung. Gerimis sebesar ujung lidi mulai berjatuhan tak lama berselang. Kami segera bergeser menuju balai desa dengan maksud mencari tempat ngobrol yang lebih teduh. Namun baru saja tiba di lokasi parkir, gerimis terasa makin deras sehingga Karyanto segera mendekat dan berkata:
"Mampir ke rumah saja, Mas," ucapnya dengan suara agak keras. "Sepertinya hujan bakal deras."
Kami pun segera bertolak secara beriringan, tepat saat hujan deras akhirnya benar-benar turun lima menit kemudian.
Laporan: Fajar.


