Ada Revolusi Konsumen Tahun 2020, Presiden: Jangan Sampai Asing Yang Manfaatkan
“Diharapkan kita bisa mengalahkan negara-negara lain, karena tidak semua negara memiliki raksasa konsumen seperti yang kita miliki sekarang ini,” sambung Kepala Negara.
Presiden mendorong para pengusaha untuk berpartner, bermitra, yang selama ini menjadi kelemahan. Ia menyebutkan, sekarang ini adalah kesempatan besar untuk mendapatkan mitra karena akan banyak sekali investasi yang akan masuk.
“Jadikan mereka mitra, jadikan mereka partner. Karena, langkah ini baru separuh jalan, separuh perjalanan, baru setengah proses,” jelas Presiden Jokowi.
Menurut Presiden, Indonesia memerlukan modal yang kedua yang penting yaitu revolusi mindset sehingga mampu memanfaatkan revolusi konsumen yang ada, dengan cara memperkuat industrialisasi, hirilisasi, dan daya saing ekonomi.
Presiden berjanji setelah pelantikan DPR yang baru nanti, pemerintah akan mengajukan banyak sekali revisi-revisi undang-undang. Kepala menambahkan bahwa kemarin sudah dihitung ada kurang lebih ada 74 undang-undang yang langsung akan dimintakan direvisi agar kecepatan dalam bergerak, kecepatan dalam bersaing dengan negara-negara lain bisa dimiliki.
“Nanti akan kita mintakan yang namanya Omnibus law sehingga kecepatan itu betul-betul ada di daya saing ekonomi kita,” ungkap Presiden Jokowi.
Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua DPD RI Oesman Sapta, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Jaksa Agung Prasetyo, dan Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahaladia.


