Mengenal Airbus A400M, armada baru TNI AU
Kemampuan terbang rendah
A400M menawarkan kemampuan deteksi rendah dengan kemampuan manuver tinggi (termasuk sudut kemiringan hingga 120º), penerbangan tingkat rendah hingga 150 kaki, pendakian dan penurunan curam, lepas landas dan pendaratan pendek, dan tanda inframerah minimal.
Kontrolnya yang tahan terhadap kerusakan, kokpit berlapis baja, kaca depan antipeluru, dan gas inert di tangki bahan bakar meningkatkan keselamatan. Pesawat ini memiliki daya tahan hidup yang tinggi, dilengkapi dengan penanggulangan chaff dan flare, kontrol fly-by-wire yang responsif, dan bantuan pertahanan yang ekstensif, sehingga sulit dideteksi dan ditargetkan.
Tanker taktis paling mumpuni
Dengan kapasitas bahan bakar internal hingga 51 ton, A400M mampu memuat lebih banyak bahan bakar untuk jangkauan yang lebih jauh. Pesawat ini dapat dilengkapi dengan dua pod untuk mengisi bahan bakar pesawat tempur dan helikopter. Pesawat ini juga dapat menerima bahan bakar melalui probe.
Ruang kargo yang lebar untuk fleksibilitas muatan campuran
Ruang kargo dapat dikonfigurasikan untuk berbagai misi, seperti: 54 pasukan dengan 9 palet atau kendaraan, kontainer ISO hingga 40 kaki, pendaratan gabungan pasukan terjun payung dan kargo, atau evakuasi aeromedis.
Pengiriman udara yang lebih fleksibel
Pengiriman udara dari ketinggian 150 kaki hingga 38.000 kaki. Hingga 25 ton kargo atau hingga 116 pasukan terjun payung yang diterjunkan melalui Computed Air Release Point. Pengiriman udara dengan autopilot dan/atau flight director.


