Siklon tropis, bencana alam paling merusak kedua setelah gempa bumi
Tekanan minimum 998 hPa dan kecepatan angin hingga 80 km/jam menunjukkan bahwa intensitas Siklon Tropis Senyar cukup kuat untuk menimbulkan gangguan cuaca besar di wilayah sekitarnya.
Mengapa Siklon Tropis Senyar Dapat Terbentuk?
Kajian dalam Environmental Science Journal (ESJo) menyebutkan bahwa siklon tropis biasanya memiliki radius sekitar 150-200 km dan terbentuk di atas lautan bersuhu hangat, minimal 26,5 derajat Celsius. Suhu permukaan laut yang hangat menyediakan energi besar bagi pembentukan badai.
Pada awal kemunculannya, Siklon Tropis Senyar bergerak ke barat dengan kecepatan 10 km/jam mendekati Aceh, namun kemudian berbelok menuju timur kembali ke Selat Malaka, dan diperkirakan melintas ke Malaysia.
Fenomena ini tergolong jarang karena Indonesia berada dekat khatulistiwa, tempat gaya Coriolis sangat lemah untuk memicu pembentukan siklon.
Namun, anomali iklim dan dinamika atmosfer regional memungkinkan bibit siklon tumbuh meskipun berada di kondisi yang kurang ideal. Posisi awal Senyar pada 5.0° LU berada tepat pada batas minimal pembentukan siklon, sehingga rotasi masih dapat terbentuk.
Selat Malaka yang memiliki suhu permukaan laut hangat, kelembapan tinggi, dan angin stabil menjadi faktor utama penguatan Bibit Siklon 95B menjadi Siklon Tropis Senyar.
Dampak Luas di Tiga Negara
1. Indonesia
Siklon Tropis Senyar memicu hujan sangat lebat hingga ekstrem di Aceh dan Sumatera Utara, serta hujan sedang hingga lebat di Sumatera Barat dan Riau.


