Siswa meninggal akibat bullying, Kepala SD di Pemalang dinonaktifkan
Hingga Selasa (6/10/2026), polisi telah memeriksa delapan saksi untuk mengungkap fakta di balik peristiwa yang menyebabkan korban dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit setempat.
Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M Faizal Wildan Umar Rela mengatakan pemeriksaan dilakukan secara maraton untuk memperjelas rangkaian peristiwa dalam proses penyelidikan maupun penyidikan.
“(Kami) sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi, di antaranya dua orang saksi anak, dua orang saksi dari pihak sekolah dan dua orang tua korban. Selain itu ada tambahan pemeriksaan terhadap dua orang saksi anak lagi," ujar Faizal, Selasa (6/10/2026).
Polisi juga membantah informasi mengenai hasil autopsi korban yang sempat beredar luas di media sosial. Termasuk, klaim mengenai kondisi fisik tertentu pada tubuh korban. Faizal menegaskan hasil resmi autopsi hingga kini belum keluar dan masih ditangani tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah.
"Hasil autopsi belum keluar, sementara masih ada di tim Biddokkes Polda Jateng. Jadi, hasil resminya masih menunggu dari sana," ujarnya.
Polres Pemalang memastikan akan menyampaikan hasil penanganan kasus tersebut secara transparan kepada publik setelah seluruh proses penyelidikan dan pemeriksaan barang bukti selesai.
Polisi juga berjanji akan membeberkan barang bukti serta penjelasan secara menyeluruh dalam rilis resmi terkait kasus dugaan perundungan yang menimpa siswa SD Negeri 1 Kebondalem tersebut.


