Kelangkaan BBM di SPBU Massila sulitkan petani di Cacabala, Pinrang
"Kami sudah 3 malam nginap di persawahan untuk memompa air," katanya lirih.
Dampak dari keterlambatan air dan BBM sudah dirasakan. Musim lalu, ia mengalami gagal panen.
"Kemarin gagal panen cuma dapat 6 karung yang 80 Are sawah yang saya garap itu," ujarnya.
Padahal jika kondisi normal, hasilnya jauh berbeda.
"Alhamdulillah si kalau musim tanam normal dalam artian air irigasi, hama pupuk terpenuhi itu bisa mencapai 50 karung hasilnya dari 80 Are luasnya sawah yang saya garap. Itu sudah di potong ongkos pupuk, Dompeng, racun dan biaya operasionalnya bisa bersih 20 juta sekali panen," ungkapnya.
Kini, harapan besar disandarkan pada panen kali ini.
"Mudah mudahan panen kali ini bisa mencapai target. Target 50 karung," harapnya.
200 meter tarik selang, 10 Liter per pompa, 3-4 hari sekali, 3 malam di sawah, ngantri pagi sampai tengah malam, itulah harga yang dibayar petani Cacabala demi 50 karung padi.
Pemerintah, Pertamina, dan Aparat diminta segera hadir dan menertibkan penyaluran BBM agar tidak ada lagi petani yang gagal


