Kelangkaan BBM di SPBU Massila sulitkan petani di Cacabala, Pinrang

PINRANG, Aliansi news Id- - Rabu, 2 September 2026-- Perjuangan petani di musim kemarau kembali jadi sorotan. Di Cacabala, Kel. Pekkabata, Kec. Duampanua Kabupaten Pinrang, ibu tani ini harus tidur 3 malam di sawah dan menarik selang sepanjang 200 meter dari Sungai Saddang demi menyelamatkan padi. Ironisnya, perjuangan itu terhambat kelangkaan BBM di SPBU Massila.
Hasil pantauan jurnalis Aliansi news Id di lapangan, antrean kendaraan di SPBU Massila masih mengular hingga larut malam. Stok Pertalite dan Bio Solar sering kosong tanpa kepastian.
Salah satu tani asal Cacabala menceritakan pahitnya kondisi saat ini dengan nada kecewa.
"Saya datang ngantri di SPBU massila ini mulai pagi sampai tengah malam kadang dapat kadang tidak. Termasuk malam ini ngantri sampai tengah malam. Ada yang bolak balik ngisi jerigen sedangkan kami susah sekali dapat BBM," ungkapnya.
Padahal kebutuhan BBM di sawah sangat mendesak dan besar.
"Kami pompa air mulai pagi sampai tengah malam jadi kami butuhkan 10 liter pertalite untuk sekali pompa air. Kami pompa dari sungai Saddang dengan jarak 200 meter ke persawahan kami," jelasnya.
Untuk menghemat, para petani punya strategi sendiri
"Kalau kami pompa air kami kasi luber memang airnya agar bisa meresap air kedalam jadi bisa sekitar 3 atau 4 hari baru pompa lagi," lanjutnya.
Bahkan demi menjaga mesin pompa tetap hidup, ia mengaku rela bermalam di pematang.
"Kami sudah 3 malam nginap di persawahan untuk memompa air," katanya lirih.
Dampak dari keterlambatan air dan BBM sudah dirasakan. Musim lalu, ia mengalami gagal panen.
"Kemarin gagal panen cuma dapat 6 karung yang 80 Are sawah yang saya garap itu," ujarnya.
Padahal jika kondisi normal, hasilnya jauh berbeda.
"Alhamdulillah si kalau musim tanam normal dalam artian air irigasi, hama pupuk terpenuhi itu bisa mencapai 50 karung hasilnya dari 80 Are luasnya sawah yang saya garap. Itu sudah di potong ongkos pupuk, Dompeng, racun dan biaya operasionalnya bisa bersih 20 juta sekali panen," ungkapnya.
Kini, harapan besar disandarkan pada panen kali ini.
"Mudah mudahan panen kali ini bisa mencapai target. Target 50 karung," harapnya.
200 meter tarik selang, 10 Liter per pompa, 3-4 hari sekali, 3 malam di sawah, ngantri pagi sampai tengah malam, itulah harga yang dibayar petani Cacabala demi 50 karung padi.
Pemerintah, Pertamina, dan Aparat diminta segera hadir dan menertibkan penyaluran BBM agar tidak ada lagi petani yang gagal












