Pemkot Palembang Getol Tagih Pajak, Tapi Milyaran Duit Rakyat Berpotensi Raib Setiap Tahunnya, Aktivis 98: Gaya Pemerintahan Ratu Dewa Terbaca
PALEMBANG,Aliansinews "-
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang baru-baru ini disorot perihal pemasangan spanduk menunggak pajak di Yayasan Indo Global Mandiri (IGM).
Pemasangan spanduk oleh Bapenda Kota Palembang tersebut terkait Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Yayasan Indo Global Mandiri senilai Rp2,3 Miliar kepada Pemkot Palembang.
Pendiri Yayasan Indo Global Mandiri (IGM) Palembang, Marzuki Alie, mengatakan siap membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) apabila lembaga berwenang memutuskan yayasan wajib memenuhi kewajiban tersebut.
Marzuki menegaskan, pihak yayasan tidak menolak membayar pajak, tetapi meminta kejelasan mengenai penerapan aturan terhadap lembaga pendidikan nirlaba.
Ditengah Pemkot Palembang getol mengejar pendapatan baik dari sisi pajak dan sumber lainnya, seakan bertolak belakang dengan kinerja Pemkot Palembang dan jajaran soal melakukan belanja daerah.
Ditaksir puluhan milyar duit rakyat berpotensi raib dalam setiap tahunnya.
Lihat saja pada hasil pemeriksaan BPK atas sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan pada Pemkot Palembang Tahun anggaran 2025 yang lalu, dimana BPK menemukan tabrak aturan sana sini, seperti:
1. Penganggaran dan Realisasi Belanja Pegawai ASN Tidak Sesuai
Ketentuan


