PT BCR Percepat Revitalisasi Pasar 16 Ilir
Ahmad memastikan seluruh proses pembangunan telah dirancang agar aktivitas perdagangan tetap berjalan normal. Untuk itu, PT BCR menyiapkan skema relokasi internal sehingga pedagang tidak perlu dipindahkan ke luar kawasan pasar.
"Kami ingin para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya. Karena itu, relokasi dilakukan di dalam gedung sehingga aktivitas jual beli tetap berlangsung selama proses revitalisasi," jelasnya.
Ia mengakui selama proses pembangunan kemungkinan akan terjadi penyesuaian aktivitas. Namun, hal tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan Pasar 16 Ilir yang lebih aman, modern, dan mampu bersaing.
Menurut Ahmad, revitalisasi akan memberikan manfaat bagi berbagai pihak, mulai dari meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), terciptanya kepastian usaha bagi pedagang, meningkatnya kepercayaan investor, hingga tersedianya fasilitas perdagangan yang lebih baik bagi masyarakat.
Ia menambahkan, Pasar 16 Ilir memiliki nilai sejarah yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Kota Palembang. Oleh karena itu, konsep revitalisasi akan tetap mempertahankan karakter dan identitas bangunan, sembari menghadirkan fasilitas yang lebih modern.
"Pembangunan nantinya tetap menjaga ciri khas Pasar 16 Ilir sebagai kawasan bersejarah, namun dilengkapi fasilitas yang lebih baik agar mampu menjadi pusat perdagangan sekaligus destinasi wisata belanja dan budaya," katanya.
Ahmad juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Palembang terhadap rencana revitalisasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pengelola, dan pedagang menjadi kunci utama keberhasilan program.
Ia menegaskan Gedung Pasar 16 Ilir merupakan aset milik Pemerintah Kota Palembang, sedangkan PT Bima Citra Realty bertugas sebagai pengelola sesuai kerja sama yang telah disepakati.
Dalam pelaksanaannya nanti, sejumlah fasilitas akan ditingkatkan, mulai dari penataan kios, pembaruan sistem utilitas, hingga kemungkinan penambahan fasilitas vertikal seperti lift sesuai hasil kajian teknis.


