Kelangkaan BBM di Karangasem Berlanjut, Warga Berharap Jatah Pertashop Ditambah
Situasi ini semakin menyulitkan masyarakat, terutama warga yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada kendaraan bermotor. Kelangkaan BBM tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga berpotensi meningkatkan pengeluaran rumah tangga dan biaya operasional usaha kecil.
Masyarakat Berharap Jatah Pertashop Memadai
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat berharap pihak terkait, termasuk Pertamina, segera mengambil langkah nyata untuk memastikan distribusi BBM di Karangasem kembali normal.
Salah satu harapan yang mengemuka adalah agar alokasi atau jatah BBM untuk Pertashop diberikan secara memadai sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.
Pertashop dinilai dapat menjadi salah satu alternatif tempat pengisian BBM, khususnya ketika antrean di SPBU meningkat. Dengan pasokan yang cukup dan distribusi yang teratur, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh bahan bakar sehingga penumpukan kendaraan di satu titik dapat dikurangi.
Selain menambah kecukupan pasokan, masyarakat juga berharap distribusi BBM diawasi secara ketat agar tepat sasaran. Pengawasan diperlukan untuk mencegah praktik penimbunan, pembelian berlebihan, maupun munculnya penjual dadakan yang memanfaatkan situasi kelangkaan untuk meraup keuntungan.
Jangan sampai BBM yang seharusnya menjadi kebutuhan masyarakat justru sulit diperoleh, sementara harga di tingkat eceran melonjak dan warga kecil menjadi pihak yang paling dirugikan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, Pertamina, dan pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap pola distribusi BBM, termasuk memastikan ketersediaan stok, memperjelas jadwal pasokan, serta menindak tegas apabila ditemukan penyimpangan.
Bagi warga Karangasem, persoalan ini bukan sekadar antrean atau sulitnya mendapatkan Pertamax. Lebih dari itu, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa BBM tersedia dalam jumlah yang cukup, dapat dibeli dengan harga yang wajar, dan didistribusikan secara adil.
Kelangkaan yang terus berlanjut diharapkan segera mendapat solusi konkret agar aktivitas masyarakat kembali normal, antrean kendaraan dapat dikendalikan, dan peluang permainan harga oleh pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan dapat dicegah.


