Demo di gedung DPRD Salatiga memanas, mahasiswa-polisi saling dorong
Koordinator aksi, Memogunawan Gea, mengatakan mahasiswa menuntut penghentian program makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi desa merah putih (KDMP).
“Program tersebut merupakan pemborosan anggaran, apalagi ditambah adanya kasus korupsi dari pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), ini malah menyengsarakan rakyat,” kata Memo kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti meningkatnya keterlibatan unsur militer dalam ranah sipil.
“Kami juga menyoroti militerisme yang kian masuk ke ranah sipil. Ini tentu berbahaya dan sangat tidak adil bagi masyarakat,” kata Memo.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut mengangkat persoalan lokal Kota Salatiga, khususnya terkait pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngronggo yang kapasitasnya hampir penuh.
“Harus ada solusi konkret untuk penanganan sampah di Salatiga, apalagi TPA Ngronggo sudah hampir penuh dan tidak bisa menampung lagi,” ungkapnya.
Memo menegaskan Aliansi Salatiga Menggugat akan kembali menggelar aksi apabila tuntutan yang disampaikan tidak mendapat tindak lanjut dari pemerintah maupun DPRD.
“Penjelasan yang disampaikan wali kota dan ketua DPRD muter-muter dan tidak menyentuh substansi,” tegasnya.


